Honda Akan Dirikan Pabrik Baru Untuk Penuhi Permintaan MPV Kompak & Komponen
Jumat, 16 Maret 2012 14:02
(Jakarta-Indonesia) PT. Honda Prospect Motor (HPM) Kamis (15/03) mengumumkan, akan membangun pabrik perakitan mobil, dan komponen lainnya di samping pabrik lama, di Kawasan Industri Mitrakarawang, Jawa Barat dalam satu dua bulan kedepan.
Hal ini diungkapkan dalam konferens pers di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, dihadiri Menteri Perindustrian MS. Hidayat yang didampingi Dirjen Industri Unggul Berbasis Teknologi Tinggi Budi Darmadi, bersama Presiden Direktur PT HPM Uchida Tomoki, Managing Officer Honda Motor Co. Ltd. Kobayashi Hiroshi, Operating Officer Honda Motor Co. Ltd. Matsumoto Yoshiyuki, dan Senior Vice President PT HPM Kusnadi Budiman.
PT. HPM menginvestasikan dana senilai 27 miliar yen untuk pembangunan pabrik baru yang akan didirikan di lahan seluas 9,5 hektar. Pabrik baru akan menyerap sekitar 2.000 - 5.000 karyawan, dengan kapasitas produksi sebanyak 120.000 unit per tahun.
Pabrik lama yang juga berlokasi di Kawasan Industri Mitrakarawang memiliki kapasitas produksi 60.000 unit per tahun, apabila pabrik baru telah beroperasi, maka jumlah produksi dalam setahun meningkat menjadi 180.000 unit, atau naik sekitar 20 persen.
Saat ini, HPM memproduksi Honda Jazz, CR-V, Freed, serta komponen lainnya. Rencananya, di pabrik baru Honda akan memproduksi Honda Brio, mobil Low Cost Green Car (LCGC), berkapasitas 1200 cc, yang akan dipasarkan di Indonesia, terkait kebijakan pemerintah Indonesia untuk penggunaan mobil ramah lingkungan (harga murah dan irit bahan bakar) di tahun 2013.
Sementara itu, Uchida menjelaskan, tahun ini, pihaknya menargetkan penjualan mencapai 70 ribu unit, sedangkan pasar nasional diperkirakan mencapai 950 ribu unit. "Tahun lalu, kinerja penjualan kami memang kurang maksimal. Disebabkan oleh bencana tsunami Jepang dan banjir Thailand. Tahun ini, kami yakin bisa pulih. Kami yakin dengan kepercayaan konsumen. Didukung, indikator makro ekonomi yang positif tahun ini."
Tahun lalu, penjualan Honda turun menjadi 45.416 unit, dibanding tahun 2010 sebanyak 61.336 unit, disebabkan bencana tsunami Jepang, dan banjir Thailand. HPM berharap, pada tahun 2015 dapat menjual 210 ribu unit di pasar Indonesia.
Kobayashi mengungkapkan, "Posisi Honda Indonesia sangat penting untuk bisnis Honda secara global karena Indonesia merupakan pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara. Karena itu, Honda akan menjadikan Indonesia sebagai salah satu pabrik utama di samping Thailand dan India, tidak hanya untuk pasar domestik, namun juga untuk ekspor ke berbagai negara di kawasan Asia Oceania."
Selanjutnya, Honda berencana membuka 62 dealer baru hingga akhir tahun 2014, setelah sebelumnya telah memiliki 88 dealer yang tersebar di berbagai kota di seluruh Indonesia. (JS/IM)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|