Dirjen Japan Foundation Buka Pekan Film “Jepang Bangkit!” di Binus University
Rabu, 02 May 2012 11:00
(Jakarta-Indonesia) Direktur Jenderal Japan Foundation Ogawa Tadashi, Sabtu (28/04), membuka secara resmi pekan film “Jepang Bangkit”, yang ditandai dengan pemutaran film dokumenter “Ganpappe Hula Girl! Fukushima ni Ikiru. Kanojotachi no Ima” (Fukushima Hula Girl), di Auditorium lantai 4 Binus University, Jakarta Barat.
Dalam sambutannya sebelum film ditayangkan, Ogawa mengungkapkan salah satu tujuan pemutaran film “Jepang Bangkit!” untuk menunjukkan semangat Jepang pasca bencana 11 Maret 2011, sekaligus sebagai bentuk rasa terima kasihnya atas bantuan warga Indonesia.
“Bencana tidak menyurutkan semangat Jepang untuk bangkit, ditambah dengan bantuan dari berbagai sahabat termasuk Indonesia. Oleh karena itu, saya mewakili warga Jepang mengucapkan terima kasih kepada Indonesia,” ujar Ogawa. “Karena alasan itu, pada sore hari ini kami mempersembahkan film Fukushima Hula Girl yang merupakan rekaman dan catatan tanda kebangkitan warga Jepang dari keterpurukan. Semangat ini yang ingin kami sampaikan kepada dunia, termasuk Indonesia.”
Selain Ogawa, pemutaran film Fukushima Hula Girl juga dihadiri Duta Besar Jepang untuk ASEAN Ishikane Kimihiro, Ogawa Hidetoshi Konselor Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, CEO Binus Group Bernard Gunawan, Rektor Binus University Harjanto Prabowo, Ketua Jurusan Sastra Jepang Binus University Elisa Carolina Marion, serta sekitar 350 orang pengunjung lainnya yang terdiri dari para mahasiswa Binus University dan umum.
Pemutaran film Fukushima Hula Girl dimulai pada pukul 14.30, dan disaksikan dengan penuh antusias oleh para penonton, khususnya mahasiswa yang datang.
Film yang disutradarai Kobayashi Masaki ini, menggambarkan kondisi masyarakat Kota Iwaki, di Prefektur Fukushima, dan penari Hula di penginapan "Spa Resor Hawaiians" yang berlokasi di tepi pantai, tidak jauh dari PLTN Fukushima. Dalam film ini diperlihatkan berbagai upaya para penari Hula untuk membangun kembali penginapan yang menjadi sumber nafkah mereka, ditengah maraknya isu radiasi nuklir.
“Film ini benar-benar menggambarkan bagaimana Jepang bangkit dari keterpurukan. Sangat cocok dipilih menjadi film pembuka dengan tema ‘Jepang Bangkit!’,” ujar Fransisco (22 tahun), mahasiswa semester 6 Binus University usai menonton Fukushima Hula Girl. “Saya harap untuk selanjutnya Jepang dapat bangkit jauh lebih hebat dibandingkan sebelum bencana.”
Sementara itu, Ketua Jurusan Sastra Jepang Binus University Elisa Carolina Marion mengungkapkan, mahasiswanya dapat belajar banyak hal dari film Fukushima Hula Girl yang ditayangkan, dan berharap untuk seterusnya dapat melanjutkan kerjasama dengan Japan Foundation dan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia.
“Kami tentunya sangat senang dan bangga dipercaya menjadi tuan rumah untuk pembukaan pekan film ‘Jepang Bangkit!’. Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami. Selain itu, mahasiswa kami juga dapat belajar dari semangat warga Jepang untuk bangkit dari keterpurukan,” ujar Elisa. “Tentunya, kami ingin terus menjalin kerjasama dengan Japan Foundation dan Kedutaan Besar Jepang. Rencananya dalam waktu dekat kami juga akan mengundang Dirjen Japan Foundation Ogawa Tadashi untuk menjadi dosen tamu di Binus.” (Nova)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|