Survei Cabinet Office : 1 Dari 4 Warga Jepang Pernah Berpikir Melakukan Bunuh Diri
Rabu, 02 May 2012 16:14
(Tokyo-Jepang) Satu diantara empat warga Jepang pernah berpikir melakukan bunuh diri, dan generasi muda lebih berpotensi melakukannya dibanding kelompok usia lain, ungkap Cabinet Office Rabu (02/05).
Menurut laporan Cabinet Office, hasil survei itu kemungkinan merefleksikan sukarnya mendapatkan pekerjaan ditengah situasi ekonomi yang sedang lesu, kenaikan jumlah pekerja non reguler, dan lemahnya hubungan antar individu.
Survei yang dilakukan Cabinet Office pada bulan Januari diikuti 2,017 responden mulai dari usia 20 tahun dan diatasnya.
Dari keseluruhan responden, 23,4 persen pernah berpikir melakukan bunuh diri, atau naik 4,3 persen poin dibanding tahun 2011.
Berdasarkan jenis kelamin, rasionya berada di 27,1 persen untuk wanita dan 19,1 persen untuk pria.
Responden yang berusia 20 tahun cenderung lebih berpotensi memikirkan bunuh diri dibanding kelompok usia lain, dan 28,4 persen responden pernah merenung untuk melakukan bunuh diri.
Diantara responden berusia muda, 36,2 persen menyatakan mereka pernah berpikir untuk bunuh diri selama setahun terakhir.
Berdasarkan usia, 25 persen untuk responden yang berusia 30 tahunan, 27,3 persen untuk responden yang berusia 40 tahunan, 25,7 persen untuk responden yang berusia 50 tahunan, 20,4 persen untuk responden yang berusia 60 tahunan, dan 15,7 persen untuk responden yang berusia 70 tahunan.
Ketika ditanya bagaimana mereka memendam perasaan ingin bunuh diri, sekitar 38,8 persen menyatakan mereka menceritakannya kepada keluarga, teman, teman kerja, dan kerabat dekat.
Sementara, 38,6 persen menyatakan berupaya menghilangkan perasaan ingin bunuh diri dengan memfokuskan pada kerja atau hobi, dan sekitar 18 persen responden mengambil lebih banyak waktu untuk liburan.
Sedangkan untuk pertanyaan mengenai bencana gempa dan tsunami 11 Maret merubah cara berpikir, 64,3 persen responden menyatakan hal itu membuat mereka menyadari untuk lebih memikirkan pentingnya hubungan dengan orang lain, sementara 54,3 persen menyatakan peristiwa itu membuat mereka menyadari perlunya upaya untuk melindungi diri dan keluarga mereka. (KN/Arry)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|