Perwakilan Aliansi Parlemen Indonesia-Jepang Bertemu Tokoh Politik Indonesia
Jumat, 24 Desember 2010 00:59
(Jakarta-Indonesia) Tamura Kenji, Katou Gaku, dan Doukyuu Seiichirou, tiga orang anggota Aliansi Persahabatan Parlemen Indonesia-Jepang (Nihon Indonesia Yuukou Gi’in Renmei) dari Partai Demokrat (Minshu Tou/DPJ), Rabu (22/12), bertemu dengan Sekjen DPP PDIP Cahyo Kumolo dan Ketua Penasehat Perhimpunan Persahabatan Indonesia Jepang (PPIJ) Ginanjar Kartasasmita.
Ketiga anggota aliansi, tiba di Jakarta sejak Minggu (19/12), dan berkunjung ke berbagai tempat, termasuk melakukan pertemuan dengan tokoh Indonesia.
Dalam pertemuan terakhir di Jakarta, masalah dominasi Cina dan Rusia menjadi tema pokok pembicaraan kedua belah pihak.
“Sejak bergantinya pemerintahan, Jepang sekarang lebih fokus terhadap hubungannya dengan negara-negara di kawasan Asia,” ujar Tamura. “Selain menghadapi masalah dengan Cina, kami ingin lebih mempererat hubungan dengan Indonesia.”
Sohibul Iman, salah seorang anggota dari fraksi PKS, yang turut hadir dalam pertemuan, dan pernah kuliah di Universitas Waseda, Tokyo, turut mengemukakan pendapatnya mengenai situasi politik Indonesia.
“Setelah keruntuhan Soeharto, Dewan Perwakilan Rakyat di Indonesia lebih kuat,” ujar Sohibul, yang pernah tinggal di Jepang selama 10 tahun. “Tidak hanya di bidang pemerintahan, kami juga ingin setiap anggota parlemen dapat saling bertukar pikiran.”
Dalam kesempatan yang sama, Ginanjar juga menyatakan harapannya agar kerjasama antara Indonesia dan Jepang tidak hanya terbatas pada bidang ekonomi, namun juga di bidang politik, budaya, dan pendidikan.
Sementara itu, ketiga anggota aliansi juga membicarakan perkembangan politik di Jepang, seperti bagaimana situasi setelah Partai Demokrat mengalahkan Partai Liberal Demokrat pada tahun 2009, serta pengaruhnya dalam Aliansi Persahabatan Parlemen Indonesia-Jepang.
“Kemenangan Partai Demokrat atas Partai Liberal Demokrat tahun 2009, mempererat hubungan Indonesia dengan Jepang,” ujar Tamura. “Ini merupakan kunjungan pertama aliansi setelah kemenangan tahun 2009, kami harap dengan begitu, kami dapat memperluas kerjasama di segala bidang.”
Sebelumnya, ketiga anggota aliansi juga telah melakukan pertemuan dengan Menteri Perdagangan dan Menteri Kesehatan, dengan fokus utama mengenai calon perawat dan pengasuh lanjut usia dalam program IJ-EPA serta perubahan sistem ujian dan visa, yang belum lama ini diberlakukan. (Nova/JS)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|