Update Terakhir: 16:46 - 02 Des 2011.

Perusahaan Asing di Jepang Pulangkan Stafnya Ke Negara Asal & Sebagian Telah Panggil Kembali Staf Asing Untuk Mulai Bekerja

(Tokyo-Jepang) Sejumlah perusahaan asing di Jepang, telah mengungsikan karyawannya, karena khawatir terhadap kebocoran radioaktif dari pembangkit nuklir nomor 1 Fukushima.

Menurut berita yang dilansir Yomiuri Shimbun Jumat (08/04), Tata Consultancy Services Japan Ltd, perusahaan jasa IT , dan outsourcing, yang berkantor di kawasan Nishi, Kanagawa, telah memulangkan para karyawan asal India paska terjadinya gempa, dan tsunami pada 11 Maret silam, yang menyebabkan krisis nuklir.

Juru bicara Tata menjelaskan, perusahaan akan terus memonitor perkembangan pembangkit nuklir nomor 1 Fukushima, dan masih menunggu keputusan dari kantor pusat di Mumbai mengenai waktu pengiriman kembali staf India ke Jepang.

Sementara dari 12 ekspatriat di Volkswagen Group Japan KK, di kota Toyohashi, Prefektur Aichi, sembilan diantaranya sudah dipulangkan ke Jerman.

Menurut juru bicara Volkswagen, perusahaan asla Eropa lebih khawatir terhadap kecelakaan nuklir, karena mengingatkan mereka dengan dampak bencana Chernobyl pada tahun 1986 di seluruh benua Eropa.

Selain itu, krisis nuklir Fukushima juga mulai berdampak pada sektor logistik.

Berdasarkan data yang diterbitkan Kementerian Agraria, Infrastruktur, Perhubungan, dan Pariwisata (Kokudo Koutsuu Shou/MLITT), sebanyak 27 kapal pengangkut kontainer asal mancanegara batal berlabuh di pelabuhan Tokyo, Yokohama, dan pelabuhan lainnya di Jepang, karena khawatir terhadap situasi krisis nuklir.

Namun, sejumlah perusahaan telah meminta staf asingnya yang sempat pulang kenegara masing-masing, untuk kembali ke Jepang.

Selain itu, beberapa perusahaan telah mengoperasikan kembali kantor mereka di Tokyo, setelah sempat memindahkannya untuk sementara ke daerah Kansai, terkait kekhawatiran terhadap krisis nuklir.

Phillip Morris Japan K.K telah mengembalikan operasi kantornya ke Tokyo mulai 24 Maret, yang sebelumnya sempat dipindahkan ke Osaka setelah terjadinya bencana 11 Maret.

Sementara SAP Japan Co, anak perusahaan SAP Jerman, juga telah memerintahkan semua pegawai asingnya kembali ke Jepang.

IKEA Japan K.K, anak perusahaan ritel furnitur global IKEA, yang sempat memindahkan kantornya di Jepang ke Kobe setelah terjadinya bencana, dan memindahkan sekitar 60 staf asingnya ke Hong Kong, dan kota lainnya di luar Jepang.

Namun, IKEA menyatakan, telah memulihkan kembali struktur bisnisnya, seperti sebelum terjadinya bencana.

Sejumlah pengamat mendesak pemerintah Jepang, dan Tokyo Electric Power Co (TEPCO) lebih berupaya mendorong para warga asing untuk kembali ke Jepang.

"Pemerintah dan TEPCO perlu mengungkapkan informasi yang akurat terkait krisis pembangkit nuklir nomor 1 Fukushima, termasuk informasi mengenai pengaruhnya bagi kesehatan manusia," ujar Kumagai Mitsumaru, ekonom kepala di Daiwa Institute of Research Ltd. (YS)