BoJ Pertahankan Tingkat Suku Bunga Acuan & Perpanjang Program Pinjaman Darurat [07/10-15:58]
Ditulis oleh Administrator Jumat, 07 Oktober 2011 15:58
(Tokyo-Jepang) Bank of Japan (Nihon Ginko/BoJ) Jumat (07/10) menahan diri untuk tidak kembali melakukan upaya pelonggaran kebijakan moneter, namun mengakui pertumbuhan ekonomi di luar negeri untuk sementara waktu diperkirakan melambat, serta memperingatkan adanya resiko yang dipicu oleh semakin parahnya masalah hutang di Eropa.
BoJ juga mempertahankan tingkat suku bunga, yang efektif sebesar nol persen guna mendorong pertumbuhan ekonomi, dan di saat bersamaan memperpanjang program pinjaman darurat selama enam bulan, yang dimaksudkan untuk membantu upaya pembangunan kembali wilayah yang dilanda bencana gempa, dan tsunami pada 11 Maret silam.
Dalam pernyataan tertulis yang dirilis seusai rapat kebijakan moneter, BoJ menyatakan, "kegiatan ekonomi Jepang terus naik, selain itu produksi dan ekspor juga terus meningkat."
"Ekonomi Jepang diperkirakan akan kembali ke jalur pemulihan, yang didukung tren naiknya permintaan ekspor, dan domestik," ungkap BoJ.
Namun tanda-tanda ketidakpastian masih ada, yang terlihat dari masih lambatnya laju pertumbuhan ekonomi di luar negeri, tapi BoJ tidak menjelaskan kapan ekonomi Jepang akan kembali di jalurnya.
Dalam rapat kebijakan moneter sebelumnya, pada bulan September, BoJ menyatakan langkah seperti itu diperkirakan akan dilakukan mulai semester kedua tahun fiskal 2011.
BoJ juga menegaskan dalam pernyataan terakhirnya, bahwa kemungkinan dari konsekuensi masalah hutang luar negeri di Eropa, dan kondisi ekonomi di AS perlu terus diperhatikan.
Keputusan untuk menghentikan diberikannya tambahan pelonggaran kebijakan diambil setelah Survei Tankan yang dilakukan BoJ setiap empat bulan sekali menegaskan Jepang saat ini sedang dalam tren pemulihan dari bencana bulan Maret, dan pada bulan September sentimen bisnis diantara produsen manufaktur besar kembali naik, setelah pada tiga bulan sebelumnya mengalami penurunan drastis.
Sementara perpanjangan program pinjaman darurat sampai bulan April 2012, tampaknya ditujukan untuk menanggapi meningkatnya permintaan dana, karena program rekonstruksi segera memasuki masa pelaksanaan.
Program pinjaman darurat, yang dimulai sejak bulan Mei, berlaku selama satu tahun, dengan tingkat suku bunga 0,1 persen, dan diberikan kepada lembaga keuangan yang memiliki kantor cabang di wilayah Jepang Timur, dan daerah bencana lainnya.
Sedangkan mengenai tingkat suku bunga acuan, Dewan Kebijakan BoJ yang berjumlah sembilan orang memutuskan dengan suara bulat untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuan pada kisaran nol sampai 0,1 persen, level yang tidak berubah sejak bulan Oktober tahun 2010. (KN/Arry)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|