Japan Foundation Jakarta Ajak Musisi Jepang Untuk Kenalkan Alat Musik Tradisional Koto-Shamisen & Shakuhachi [23/10-19:05]

(Jakarta-Indonesia) The Japan Foundation Jakarta bekerja sama dengan dua pemain alat musik tradisional Jepang, Fukuda Eika dan Mitsuhashi Kifu, Sabtu (22/10) menampilkan permainan Koto-shamisen dan Shakuhachi, di Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Jakarta Pusat.



Tidak hanya memperkenalkan jenis musiknya tradisional Jepang saja, Fukuda (pemain Koto-shamisen) dan Mitsuhashi (pemain Shakuhachi) juga menggelar workshop bagi para peserta yang ingin mencoba permainan musik ini.




Acara yang berlangsung selama dua hari sampai Minggu (23/10) hari ini, dihadiri sekitar 50 peserta yang sebagian besar merupakan pelajar. Disini, mereka bisa mengenal jenis alat musik tradisional dan mengetahui sejarahnya.



Koto dan shamisen merupakan alat musik petik tradisional. Bedanya adalah koto lebih menyerupai kecapi, sedangkan shamisen menyerupai gitar dengan jumlah senar sebanyak tiga helai. Sementara Shakuhachi merupakan suling bambu yang berasal dari pertengahan jaman Kamakura.



Permainan musik tradisional ini, biasanya hanya bisa didengar melalui rekaman suara atau radio saja. Namun kali ini, Fukuda dan Mitsuhashi tampil secara langsung untuk memperkenalkan alat musik tradisional Jepang kepada masyarakat Indonesia.



"Senarnya lebih kuat dari yang saya pikir sebelumnya, dan jika memainkannya mungkin jari saya bisa timbul kapalan," ujar Idam (20 tahun), salah seorang pengunjung yang baru pertama kali mencoba alat musik Koto. "Namun, suara yang dihasilkan lebih indah dibandingkan jika saya mendengarkannya melalui CD. Perasaan saya seperti tersihir ketika mendengarnya."



Sementara, Mitsubashi Kifu menjelaskan sejarah dan perkembangan alat musik Shakuhachi. "Di Jepang sendiri, pemain Shakuhachi jumlahnya semakin sedikit. Sementara, diluar negeri jumlah peminatnya semakin banyak."



Lebih lanjut, Mitsubashi yang sudah lima kali tampil di Jakarta, menyatakan, "Gerakan dalam tarian tradisional Indonesia memiliki kemiripan dengan Kabuki (seni pertunjukan yang digabungkan dengan tarian). Saya ingin memainkan permainan musik yang membuat para pendengar bisa merasakan persamaan antara budaya Indonesia dan Jepang." (II/JS)