Film Pendek Wan An Tayang di Tokyo

(JAKARTA) Setelah tayang di Perancis pada 2012 silam, Wan An, film pendek fiksi karya mantan mahasiswa Institut Kesenian Jakarta (IKJ) tentang pasangan usia lanjut yang membicarakan kematian, tayang di Jepang melalui festival Short Shorts Film Festival & Asia 2013 (SSFF & ASIA 2013) yang dihelat di Tokyo pada 7 hingga 16 Juni 2013.

Wan An, berarti selamat malam dalam bahasa Mandarin, adalah film bergenre komedi yang bercerita mengenai kehidupan kakek dan nenek keturunan Cina, Tji dan Ing. Mereka hidup harmonis hingga suatu malam, Ing mengutarakan ketakutannya terhadap kematian. Film yang memboyong tiga penghargaan sekaligus pada Festival Film Pendek XXI 2013, merupakan satu-satunya nominasi dari Indonesia dalam SSFF & ASIA 2013.


Sutradara Wan An, Yandy Laurens mengatakan jika film pendek terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) 2012 ini, masuk nominasi Asia International Competition di SSFF & Asia 2013 dan berkompetisi dengan sejumlah film Asia lainnya, di antaranya Korea Selatan, Thailand, Singapura, Iran, Cina, India, Vietnam dan beberapa negara lainnya.


Yandy bersama timnya, dengan inisiatif sendiri mendaftarkan film ini ke SSFF & ASIA 2013, dan berhasil lolos. “Kebetulan kami anggota komunitas Shortfilmdepot.com, dan informasi mengenai festival film ini kami dapatkan dari sana. Akhirnya, daftar dan mendapatkan informasi jika lolos,” ungkap Yandy.


Film yang dibuat sebagai tugas akhir kuliah ini, cukup mendapat apresiasi dari para penonton, terbukti dengan jumlah penonton yang datang pada saat penayangan di Omotesando Hills. "Saya pikir karena berbeda budaya, penonton tidak menikmati film ini, namun ternyata banyak yang tertawa ketika menonton Wan An, yang memang dikemas komedi," ujar Yandy, yang berada di Jepang selama festival berlangsung.


Dalam festival terdapat dua jenis penilaian yakni, penilaian juri maupun voting penonton. Namun film pendek yang diperankan aktor senior Hengky Solaiman ini belum berhasil meraih penghargaan. Tahun ini, It Was My City, karya Tina Pakravan dari Iran yang meraih penghargaan film pendek terbaik di kompetisi Asia Internasional SSFF &ASIA 2013.


Sementara, Ivan Felix M penulis naskah Wan An mengungkapkan jika alur cerita Wan An yang sederhana, dan tema yang jarang dijumpai di film lainnya, mungkin menjadi salah satu alasan film ini dapat berkompetisi di luar negeri. “Kami bersyukur ternyata film ini bisa ditonton banyak orang sampai di luar negeri, “ tuturnya.


Short Short Film Festival & Asia telah dimulai sejak 1999 dan menjadi salah satu festival film pendek terbesar di Asia. Festival ini digelar pada bulan Juni setiap tahunnya, di dua tempat yaitu Harajuku dan Omotesando di Tokyo. Tahun ini sekitar 5000 film dari 120 negara yang dibagi dalam beberapa kategori yaitu International Competition, Asia International Competition, Japan Competition, Save the Earth! Competition, CG Animation Competition dan Music Shorts Competition.