Kokoro & Tomo Kenalkan Novel Panduan Wisata
Jumat, 28 Februari 2014 01:44
(Jakarta) Kimoto Yuki dan Ryan Adriandhy, pemeran karakter Kokoro chan dan Tomo kun dalam program Kokoronotomo pop yang kini sedang tayang di Metro TV, memperkenalkan “I Heart Tokyo”, dan Yubisashi guide book, panduan wisata yang dikemas dalam bentuk novel dan buku saku bergambar.
“I Heart Tokyo kontennya terasa sangat menghibur, dengan bahasa naratif yang ringan dan pop sekali. Ada angle bercerita yang sedikit berbeda dari serial TV nya meskipun cerita perjalanan dan persahabatan Kokoro dan Tomo yang disampaikan sama. Banyak dialog serta lelucon-lelucon tambahan yang membuat isi novel ini menjadi pengembangan yang segar dari tayangan Tv-nya,”ujar Ryan, disela-sela acara perkenalan buku Selasa (25/02) di Gramedia Matraman, Jakarta Timur.
Sementara Kimoto Yuki, mantan anggota SDN48 kelompok tari dan nyanyi berada dibawah satu manajemen dengan AKB48, yang baru pertama kali datang ke Jakarta, tampaknya senang bisa bertemu langsung dengan para penggemar program TV Kokoronotomo yang sangat antusias menghadiri acara di Function Room Gramedia Matraman.
Namun dirinya sempat mengeluhkan cuaca panas Jakarta, berbeda dengan Tokyo yang dalam dua pekan terakhir sedang turun salju, sehingga suhunya lumayan dingin. Meski begitu, wajah Kimoto berseri-seri saat berupaya menjawab pertanyaan yang diajukan para awak media.
Novel I Heart Tokyo dan Yubisashi guide book yang ditulis Monica Vanesa Tedja, dan Angga Wahyudi, masing-masing penulis skenario dan anggota tim creative program TV Kokoronotomo pop, diakui sebagai adaptasi dari program TVnya.
“Butuh waktu sekitar tiga bulan, dari mulai riset sampai menulis novelnya. Namun karena pada dasarnya mengembangkan dari skenario yang sudah ditulis maka pemolesannya lebih mudah. Tapi awalnya tidak berjalan mulus. Namun akhirnya jadi tertantang untuk menyelesaikannya, dikerjakan bersamaan dengan waktu suting,” ungkap Monica.
Sementara Angga, yang mendapat tugas mengedit novel, menambahkan, bahasa dalam skenario yang ditulis Monica sudah bagus, namun terlalu lugas, karena kurang mendeskripsikan situasi disekelilingnya. “Karena menargetkan segmen pembaca teen lite, jadinya novel ini harus lebih luwes dan mendayu-dayu pemaparannya.”
Ketika ditanya mengenai babak yang menarik dalam novel ini, menurut Monica yakni ketika Kokoro chan dan Tomo kun pertama kali bertemu di maid cafe Akihabara, kemudian ketika mereka berdua jalan-jalan ke Odaiba, kawasan hiburan di teluk Tokyo, dan juga saat keduanya bertengkar ketika sedang mengunjungi Edo Wonderland di Tokyo.
Sedangkan mengenai Yubisashi guide book, Andy Pangestu, Produser Kokoronotomo TV, menjelaskan, “Formatnya sengaja dibuat buku saku bergambar, supaya memudahkan pengguna saat berkomunikasi, yang cukup dengan menunjukkan gambarnya kepada lawan bicara.”
Lebih lanjut Andy memaparkan, Yubisashi merupakan buku saku wajib bagi semua orang yang ingin atau sedang belajar bahasa dan budaya Jepang, juga bagi yang ingin berwisata ke Jepang, atau ingin bekerja di perusahaan Jepang.
Novel I Heart Tokyo dan Yubisashi Guide Book, untuk terbitan pertama dicetak sebanyak 7.000 eksemplar, dijual dalam satu paket, dengan harga Rp 75.000,-, dan didistribusikan melalui outlet Gramedia di seluruh Indonesia.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
