Produsen Minuman Keras Beri Tur Gratis Bagi Wisatawan
Jumat, 28 Maret 2014 01:59
(Osaka) Dihadapkan dengan turunnya pendapatan dari pasar minuman domestik, sejumlah perusahaan pembuat bir dan minuman keras lainnya berupaya meningkatkan citra merek, dengan memberikan kesempatan pada wisatawan melihat langsung dapur mereka.
Layanan tur gratis mengunjungi perusahaan pembuat bir dan kilang penyulingan pun kini kian populer, khususnya diantara wisatawan mancanegara, yang kebanyakan sangat berminat pada makanan dan minuman khas Jepang.
Pada akhir Februari silam, kelompok wisatawan berjumlah 25 orang dengan kisaran usia 20 sampai 60 tahun, termasuk didalamnya tiga wisatawan asing, ikut serta dalam tur gratis menmgunjungi Kilang penyulingan Yamazaki milik Suntory Liquors Ltd di kota Shimamoto, Prefektur Osaka.
Selama tur, yang berlangsung sekitar 40 menit, para wisatawan mendatangi fasilitas penyulingan, dan selanjutnya mereka diberikan kesempatan mencoba "Yamazaki" dan "Hakushu", merek wiski terkenal buatan Suntori.
Salah seorang wisatawan berusia 30 tahun dari Perancis menyatakan,”Wiski merek Yamazaki juga sangat populer di Perancis, dan dapat ditemukan di banyak Toko Serba Ada, dan juga berbagai bar. Ini akan jadi hadiah menarik bagi teman-teman saya.”
Bagi kebanyakan wisatawan asing, Suntory juga telah menyiapkan panduan suara dalam tiga bahasa, yakni Inggris, Cina, dan Perancis.
Tanggapan pengunjung untuk menggunakan perangkat itu selama tahun 2013 naik 1.5 kali lipat dibanding tahun 2012, ungkap juru bicara Suntory Holdings Ltd.
Wisatawan asing tampaknya sangat berminat pada Wiski buatan Suntori, seperti “Yamazaki 18 Years Old” dan “Hibiki 21 Years Old” berhasil memenangkan sejumlah penghargaan utama di berbagai Kompetisi Internasional seperti International Spirits Challenge.
Sementara Kinshi-Masamune Co, produsen minuman keras berkantor di Kota Fushimi, Prefektur Kyoto, yang mengelola pabrik sake Shintokiwagura, juga menyelenggarakan tur untuk memberikan penjelasan mengenai proses fermentasi pencampuran ragi dan beras berkecambah, dilanjutkan dengan mencoba empat jenis sake yang rasa dan aromanya berbeda.
Pada tahun 2013, tercatat jumlah pengunjung ke Shintokiwagura sebanyak 418 orang, atau naik 2.7 kali lipat di banding tahun sebelumnya, dan sekitar 63 orang dari mancanegara, naik 1.9 kali lipat dibanding tahun 2012, ungkap Kinshi-Masamune Co.
Lebih lanjut, perusahaan dari Kyoto itu menyatakan kenaikan wisatawan asing dipicu oleh keputusan UNESCO yang menetapkan “Washoku” atau hidangan tradisional Jepang sebagai Warisan Budaya Dunia.
Selain itu, Tanaka Akira, salah seorang anggota direksi Kinshi-Masamune Co menjelaskan, sejak tahun 2013 Pemerintah Kota Kyoto menetapkan peraturan daerah “Nihon shu Kampai” atau bersulang dengan sake Jepang, yang bertujuan mempromosikan minum sake, guna meningkatkan minat minum sake di kalangan generasi muda.
Peningkatan jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke tempat produksi juga dialami Kirin Brewery Co. Pabrik bir milik Kirin di Kobe, pada tahun 2013 dikunjungi 150.000 orang, naik 10.000 dibanding tahun 2012. Wisatawan asal Cina dan Korea Selatan pun terus naik.
Selama mengikuti tur, para pengunjung dapat melihat proses pembuatan, dan merasakan lebih dari 3 gelas merek Kirin yang populer, termasuk “Ichiban Shibori”.
Didalam area pabrik, juga tersedia restoran dan toko suvenir menyediakan merk khusus yang hanya dijual dipabrik.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|





