Terus dilanda Cedera, Kotooshu Pensiun dari Sumo


(Tokyo) Kotooshu, orang Eropa pertama yang pernah memenangkan Piala Kaisar, dan mencapai peringkat Ozeki, yang merupakan peringkat tertinggi kedua dalam Sumo, mengumumkan pensiun Kamis (20/03).


Pria kelahiran Bulgaria dengan nama asli Kaloyan Stefanov Mahlyanov, dan sebelum pensiun berada di peringkat Sekiwake, peringkat tertinggi ketiga dalam Sumo, menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada Japan Sumo Association di hari yang sama.


Menurut Kotooshu, dirinya sudah mencapai batas maksimal fisiknya, dan tidak lagi memiliki energi yang memadai untuk ikut serta dalam turnamen sumo.


“Saya sudah mencapai batasan secara fisik dan mental, selain itu juga mendapat cedera berulang kali, tapi tidak akan pernah menyesalinya. Sumo adalah hidup saya, dan sangat bahagia bisa menjadi pesumo,” ujar Kotooshu.


Pria berusia 31 tahun itu, memulai debutnya sebagai pesumo pada tahun 2002, dan pertama kali dipromosikan ke peringkat Ozeki pada bulan Januari 2006, yang kemudian mempertahankannya selama 47 turnamen.


Dalam Turnamen Musim Semi yang sedang berlangsung, Kotooshu kalah sembilan kali berturut-turut, dan pada hari kesebelas keluar dari arena dengan cedera bahu.


Kotooshu, yang bergabung dengan divisi Makuuchi mulai September 2004, memenangkan Piala Kaisar pertamanya pada Turnamen Musim Panas tahun 2008, lebih dari dua tahun setelah mencapai peringkat Ozeki.


Akibat sering mengalami cedera, pada tahun 2013 silam, Kotooshu tidak ikut bertanding dalam dua turnamen berturut-turut, dan pada Turnamen Tahun Baru lalu diturunkan peringkatnya ke Sekiwake.


Kotooshu, yang mendapat kewarganegaraan Jepang pada bulan Januari silam, dan mengganti namanya menjadi Karoyan Ando, berencana melatih pesumo junior. Untuk pesumo yang pernah meraih peringkat Ozeki dapat menggunakan nama tandingnya sampai tiga tahun setelah pensiun.


Mantan Ozeki ini, yang tingginya 2.02 meter, dikenal kerap menggunakan teknik melempar lawan dengan tenaga maksimal, namun akibatnya mengalami cedera pada bagian lutut dan bahu.


“Jika cederanya sembuh, saya pikir dia akan lanjut lagi bertanding,” ujar Sadogatake pimpinan Sasana tempat Kotooshu bernaung. “Namun, ia bilang sudah tidak punya semangat lagi untuk bertarung. Saya tahu hal ini akan terjadi, tapi tidak membayangkan secepat ini.”