Fukui Kembangkan Shoyu Halal Untuk Warga Muslim
Jumat, 21 Maret 2014 01:58
(Fukui) Produsen shoyu (kecap asin) dan perusahaan makanan di Prefektur Fukui bekerjasama dengan Fukui Prefectural University mengembangkan kecap asing bebas alkohol, yang rencananya akan ditargetkan untuk pasar warga Islam di Jepang dan mancanegara.
Kecap asin yang dinamakan “Fukumurasaki”, telah mendapat label halal, yang berarti produk itu diproses berdasarkan Syariat Islam, dan bebas alkohol. Berbeda dengan kecap asin yang diproduksi di Jepang, yang biasanya mengandung sedikit alkohol akibat proses fermentasi kacang kedelai oleh ragi beras.
Namun metode fermentasi terbaru yang dikembangkan Utagawa Takashi (66 tahun), Profesor microbiologi terapan di Fukui Prefectural University, memungkinkan produksi Fukumurasaki bebas alkohol.
Ketika memfermentasikan ikan untuk memproduksi kecap ikan yang menjadi unsur utama pembuatan Fukumurasaki, Utaga menggunakan enzim degradasi yang ada di dalam tubuh ikan guna mengurangi waktu fermentasi.
Karena fermentasi dipersingkat menjadi satu hari, lebih cepat dibanding proses biasanya yang membutuhkan waktu 6 sampai 12 bulan, Utagawa berhasil memproduksi kecap ikan yang bebas alkohol.
Metode fermentasi terbaru dipicu oleh proyek pengembangan produk yang di laksanakan Fukui Prefectural University mulai tahun 2008, dengan tujuan mengembangkan produk baru menggunakan organ dalam tubuh ikan, yang biasanya dibuang saat membuat “Heshiko” hidangan khas Fukui berupa asinan ikan mackerel yang dilumuri pasta kulit ari beras.
Untuk produksinya akan dilaksanakan Muroji Co, produsen kecap asin setempat, dan untuk penjualannya akan ditangani Fukui BioTech Co, yang juga berkantor di Fukui.
Saeed Akhtar (45 tahun), Direktur Nippon Asia Halal Association yang menerbitkan sertifikat halal untuk produk makanan yang dibuat di Jepang menyatakan, “Warga Islam di seluruh dunia akan merasa aman menggunakan produk Fukumurasaki.”
Kecap asin halal asal Fukui ini, memulai debutnya saat mengikuti international food fair pada bulan Maret yang diselenggarakan di Makuhari Messe di Prefektur Chiba.
“Kecap asin merupakan elemen dasar dari Masakan Jepang,” ujar Utagawa, yang menambahkan dirinya berharap orang diseluruh dunia dapat menikmati hidangan Jepang saat berlangsungnya Olimpiade 2020 di Tokyo.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
| BERITA HIBURAN & GAYA HIDUP LAINNYA |
