Mahasiswa Waseda Ubah Gambar Jadi Boneka 3-D
Jumat, 21 Maret 2014 01:28
(Tokyo) Satu perusahaan pemula yang dikelola mahasiswa Universitas Waseda, dapat mengubah gambar yang dibuat anak-anak menjadi boneka tiga dimensi, dan sejumlah orang tua tidak keberatan membayar lebih dari 10.000 yen untuk mainan itu.
“Itu sangat mirip dengan gambar yang saya buat,” ujar Gono Masaki (6 tahun) dari Kota Komae, Tokyo, setelah menerima boneka isi kapas berbentuk naga berwarna hijau, yang dibuat berdasarkan gambar hasil karyanya sendiri.
Sementara Terumi (9 tahun), kakak perempuan Masaki, juga berteriak kegirangan. “Perutnya sangat lembut dan bagus ,” ujarnya setelah menyentuh boneka kucing berwarna putih, yang dibuat berdasarkan gambarnya.
Boneka isi kapas yang dibuat dengan menciptakan kembali rinciannya secara sempurna berdasarkan gambar mereka, termasuk semburan api yang keluar dari mulut naga, dan desain sulaman ekor kucing serta saat ikan dan kucing saling berpegang tangan.
Mio (41 tahun), ibu dari Masaki dan Terumi menyatakan, “Kami sangat terkesan, karena seolah-olah gambar yang dibuat di kertas keluar menjadi bentuk tiga dimensi, dan dengan mencoba menampilkan prosesnya, hal itu akan membantu mengembangkan imajinasi anak-anak.”
Orang dibelakang bisnis ini adalah Mizuno Kenta (23 tahun) mahasiswa jurusan bisnis, Universitas Waseda, Tokyo, yang mengelola perusahaan Rakugaki Memory.
Menurut Mizuno, dirinya sebelumnya melihat layanan serupa tersedia di luar negeri dan ingin juga menyediakan layanan ini di Jepang.
Bagi konsumen yang berminat, dapat mengirimkan foto dari gambar yang dibuat anak mereka melalui email atau pos. Selanjutnya, seniman yang menjadi subkontraktor, kebanyakan ibu rumah tangga dan mahasiswa universitas yang direkrut Mizuno secara online, akan mulai membuat boneka berdasarkan gambar.
Dalam enam bulan terakhir, Rakugaki Memory telah menyelesaikan dan mengirimkan 10 mainan pesanan.
Selanjutnya Mizuno menjelaskan, satu boneka, biasanya tingginya sekitar 30 sentimeter, dan harganya senilai 10.000 yen. Tapi, jika gambarnya lebih rumit, maka biayanya akan bertambah. Bonekanya sendiri akan sampai sekitar dua pekan sampai satu bulan sejak mulai dipesan.
“Jika seniman kesulitan membuat desain boneka yang merujuk pada gambar, misalnya karena terlalu abstrak, saya akan mengkontak konsumen untuk mendapatkan penjelasan lebih rinci,” ujar Mizuno.
Otsuka Rina (21 tahun), mahasiswi tahun ketiga di Showa Women University, adalah seniman yang membuat boneka naga untuk Masaki.
“Sangat sulit saat membuat kaki naga, dan saya merasakan adanya tekanan, namun sambil bekerja terus memikirkan pasti akan hebat jika anak yang memesan, senang saat menerima bonekanya,” kata Rina.
Selain itu, Rina juga mengungkapkan dirinya mempertimbangkan keseimbangan antara boneka dan material yang dipakai dalam pembuatannya, dan untuk menyelesaikannya membutuhkan waktu sekitar lima jam.
Ketika ditanya hal sulit yang dihadapinya dalam berbisnis boneka, Mizuno menjelaskan, “Membuat kembali gambar secara persis merupakan bagian yang paling sulit. Namun saya yakin, yang kami kerjakan memberikan mimpi bagi anak-anak.
Sejumlah psikiater anak memberi dukungan bagi layanan yang disediakan Mizuno, yang dinilai berdampak positif bagi perkembangan mental dan imajinasi anak.
Salah satunya Sasaki Masami, Profesor di Kawasaki University of Medical Welfare. “Menjadi kebahagiaan universal manusia jika dapat melihat gambar yang mereka buat bisa berbentuk tiga dimensi, dan anak-anak akan mengembangkan identitas positif bagi dirinya dan ingin melakukan lebih banyak hal.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
| BERITA HIBURAN & GAYA HIDUP LAINNYA |
