3 Pompa Drainase di Pluit Kembali Beroperasi


(Jakarta) Tiga pompa drainase di stasiun pompa Pluit, Jakarta Utara, yang dibangun kembali menggunakan dana hibah pemerintah Jepang senilai 1,6 miliar Yen atau setara dengan Rp 181 miliar, mulai beroperasi kembali sejak pertengahan Maret silam.

Pembangunan ditujukan untuk memulihkan fungsi awalnya, yaitu sebagai drainase untuk wilayah seluas 34,2 km² dan mengantisipasi bencana banjir serta kerusakan sekunder pada kegiatan ekonomi di wilayah metropolitan Jakarta.

"Stasiun Pompa Pluit merupakan salah satu infrastruktur penting bagi drainase Ibukota, terutama di saat bencana banjir. Selain pendanaan, melalui program Grand Aid, pemerintah Jepang juga turut membantu pelaksanaan pembangunannya", ujar Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak dalam sambutannya di acara peresmian (27/3).

Dimulai sejak 27 Maret 2014, "Proyek Perbaikan Darurat Stasiun Pompa Drainase Pluit" itu digalangkan setelah diketahui bahwa dari 10 pompa yang beroperasi, 3 diantaranya rusak akibat penurunan permukaan tanah, yang mencapai hingga 1,5 m, dan menyebabkan pengurangan kapasitas pompa dari 49 m³/d menjadi 34 m³/d sehingga berdampak pada efektivitas pembuangan kelebihan air di wilayah perkotaan, terutama di daerah Jakarta Pusat.

Sementara Wakil Menteri Luar Negeri Jepang Mitsuya Norio menjelaskan bahwa hibah pembangunan 3 pompa berkapasitas total 15 m³/d tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah Jepang terhadap upaya pemprov DKI Jakarta mengantisipasi banjir tahunan.

Lebih lanjut beliau berharap, "Dengan normalisasi pompa, maka tidak ada lagi genangan di kawasan vital Jakarta, termasuk depan kantor Kedutaan Besar Jepang di Menteng".