Peneliti Sel STAP Nyatakan Risetnya Tetap Valid
Kamis, 10 April 2014 00:48
(Osaka) Peneliti yang dituduh Riken Institute memalsukan dan membuat dengan sengaja bagian-bagian dari laporan riset sel punca STAP-nya, menyatakan hasil temuannya itu masih tetap valid.
“Fenomena STAP adalah benar, dan sudah dikonfirmasi berkali-kali,” ujar Obokata Haruko, peneliti yang berhasil menciptakan sel STAP atau stimulus-triggered acquisition of pluripotency cell, bersama sejumlah peneliti lainnya, dan dapat mengembangbiakkannya menjadi berbagai jaringan tubuh tikus, Rabu (09/04).
Obokata (30 tahun), yang juga menjadi peneliti utama untuk dua laporan riset yang diserahkan ke Nature, jurnal ilmiah yang diterbitkan di Inggris, mempermasalahkan kesimpulan Riken Institute, yang menyatakan dirinya telah melakukan kesalahan dalam salah satu riset.
Menurut Obokata, kesalahan yang dibuatnya tidak berpengaruh pada kesimpulan dalam laporan risetnya, karena eksperimennya benar dilaksanakan, dan datanya benar ada.
Sebelumnya, tim penyelidik dari Riken Institute yang ditugaskan mengkaji laporan riset sel STAP mengumumkan pada 1 April silam bahwa Obokata membuat-buat data dengan menggunakan sejumlah citra serupa dengan yang dipakai dalam disertasi doktoralnya di Universitas Waseda tahun 2011, dan memalsukan data dengan memotong dan menyalin citra yang menunjukkan hasil akhir eksperimen.
Selain itu, Obokata juga menolak tuduhan bahwa sel STAP sebenarnya sel punca embrio, dan menyatakan hal itu sangat tidak mungkin karena tidak ada sel punca embrio yang di kembangbiakan di dalam laboratorium risetnya.
Konferensi pers dilakukan sehari setelah Obokata mengajukan keberatan terhadap Riken Institute atas kesimpulan yang disampaikan tim penyelidik menyatakan dirinya memalsukan dan membuat-buat bagian dalam laporan riset yang dipublikasikan dalam jurnal “Nature” edisi Januari 2014.
Menanggapi keberatan yang diajukan Obokata, Riken Institute akan memprosesnya sesuai dengan peraturan internal, yang akan mlakukan evaluasi, dan membuat keputusan dalam jangka waktu 50 hari.
Meski Obokata berniat untuk tetap menjadi peneliti di Riken Center, salah satu unit riset Riken Institute, namun kemungkinan dirinya akan mendapat tindakan disiplin jika Riken menolak alasan yang disampaikannya.
Obokata, sebelumnya pernah mengenyam pendidikan di Universitas Harvard, dan lulus program Doktor di School of Advanced Science and Engineering Universitas Waseda tahun 2011.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
