Skandal Pinjaman Uang Terungkap, Watanabe Yoshimi Mundur
Selasa, 08 April 2014 00:44
(Tokyo) Watanabe Yoshimi, Ketua Umum Minna no To menyatakan mundur, setelah terungkapnya skandal pinjaman uang yang tidak dilaporkan dapat berdampak pada keberlangsungan partai oposisi kecil itu.
“Saya memutuskan mundur dari posisi Ketua Umum,” ujar Watanabe dalam konferensi pers Senin (07/04), namun menambahkan, dirinya menggunakan uang pinjaman itu untuk mengumpulkan informasi yang dipakai guna menambah jumlah anggota partai.
Menurut Watanabe, dirinya bertanggung jawab penuh dan akan memulai kembali dari posisi anggota biasa guna membantu partai.
Watanabe, anggota Majelis Rendah untuk enam periode berturut-turut yang mendirikan Minna no to pada bulan Agustus 2009, mendapat sorotan publik setelah menerima dua kali pinjaman uang dengan nilai total 800 juta yen, dari Yoshida Yoshiaki, Presiden Komisaris DHC Corporation, perusahaan kosmetik yang berkantor di Tokyo, dalam beberapa tahun terakhir.
Watanabe (62 tahun), kemungkinan melanggar Undang-undang Pengawasan Dana Politik atau Undang-undang Pemilihan Pejabat Publik, karena tidak memasukkan pinjaman uang dari Yoshida pada tahun 2010, dan 2012 dalam laporan sumbangan untuk kegiatan politiknya, atau kampanye pemilihan partai.
Namun Watanabe menyatakan dirinya tidak berencana keluar dari partai atau berhenti dari diet.
Pada akhir bulan Maret silam, Yoshida menyampaikan kepada Kyodo News bahwa Watanabe meminjam uang senilai 800 juta yen, dan uang itu digunakan untuk dana kampanye pemilihan.
Yoshida meminjamkan uang kepada Watanabe dalam dua kesempatan, pertama menjelang Pemilihan Majelis Tinggi tahun 2010, dan Majelis Rendah tahun 2012.
Menurut Yoshida, dalam surat elektronik yang diterima melalui telepon selulernya pada bulan November 2012, Watanabe menulis rencana partainya untuk mencalonkan sekitar 60 kandidat dalam pemilihan Majelis Rendah.
Watanabe juga menulis dalam emailnya, bahwa dirinya membutuhkan tambahan sekitar 500 juta yen, yang kemudian diserahkan Yoshida, setelah sebelumnya juga memberikan pinjaman senilai 300 juta yen menjelang pemilihan Majelis Tinggi bulan Juli 2010.
Watanabe mengungkapkan dalam dokumen yang didistribusikan selama berlangsungnya konferensi pers, bahwa dirinya telah membayar kembali semua uang pinjaman dari Yoshida hari Senin.
Minna no to, yang didirikan Watanabe dan empat orang lainnya di tahun 2009 dengan tujuan melakukan reformasi politik Jepang, setelah Watanabe keluar dari Partai Liberal Demokrat (Jimin to/LDP) di tahun 2008.
Namun Minna no to mengalami perselisihan internal akhir tahun silam, yang berakibat keluarnya sejumlah anggota partai yang mengkritik pendekatan Watanabe yang terlalu lunak terhadap pemerintahan Perdana Menteri Abe Shinzo, dan membuat konsesi terhadap Pemerintah terkait sejumlah Perundang-undangan yang strategis.
Saat ini, Minna no to memiliki sembilan wakil di Majelis Rendah, dan 13 orang di Majelis Tinggi.
Watanabe dipilih dari daerah pemilihan nomor 3 di Prefektur Tochigi, dan pertama kali terpilih menjadi anggota Majelis Rendah di tahun 1996, dan ditunjuk menjadi Menteri yang menangani urusan deregulasi dan keuangan di tahun 2006, yakni pada masa pemerintahan Abe pertama.
Watanabe Yoshimi adalah anak pertama Watanabe Michio mantan Wakil Perdana Menteri yang meninggal di tahun 1995. Michio, yang juga pernah menjabat posisi menteri yang menangani keuangan dan luar negeri, pernah disebut-sebut sebagai kandidat kuat Perdana Menteri.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
