Bank Sentral Harapkan Pemulihan Ekonomi Berlanjut
Rabu, 09 April 2014 00:13
(Tokyo) Bank Sentral (Nihon Ginko/BoJ) memutuskan untuk mempertahankan kebijakan moneter sangat longgar, guna mengatasi deflasi dan mempertahankan penilaian ekonomi domestik akan terus pulih pasca kenaikan pajak pertambahan nilai yang diberlakukan sejak 1 April silam.
“Saat ini, kami tidak berpikir mengenai pelonggaran tambahan karena ekonomi sudah berada di jalur yang tepat untuk mencapai target inflasi 2 persen, namun Bank Sentral tidak akan ragu untuk membuat penyesuaian jika dirasakan perlu, tentunya dengan mempertimbangkan berbagai resikonya terlebin dahulu,” ujar Kuroda Haruhiko, Gubernu BoJ Selasa (08/04).
Lebih lanjut Kuroda juga menyampaikan pandangan optimisnya mengenai ekonomi domestik, yang diproyeksikan sejumlah pengamat akan mengalami penurunan pasca kenaikan pajak pertambahan nilai, yang pengaruhnya akan hilang secara bertahap setelah musim panas.
Kesembilan anggota Dewan Kebijakan BoJ memutuskan dengan suara bulat untuk mempertahankan kebijakan moneter longgar skala besar yang diberlakukan sejak bulan April 2013, dan menilai ekonomi domestik terus mengalami pemulihan meskipun akan ada sejumlah fluktuasi pasca kenaikan pajak pertambahan nilai.
Sementara mengenai sentimen bisnis, BoJ menyatakan terus terjadi perbaikan, namun ada kekhawatiran mengenai prospek, yang terlihat dari hasil survei Tankan yang menunjukkan memburuknya sentimen dikalangan perusahaan besar untuk tiga bulan kedepan, ditengah kecemasan melemahnya permintaan pasca lonjakan pembelian menjelang kenaikkan pajak pertambahan nilai.
Di sektor ekspor, BoJ menilai sudah ada kenaikkan, dan meningkatnya investasi modal menjadi bukti jelas membaiknya laba korporasi.
Merefleksikan perkembangan terkini, BoJ memandang produksi industri mengalami tren kenaikan moderat, pernyataan ini merupakan revisi atas deskripsi yang disampaikan bulan silam yang “Naik dengan laju lebih cepat”.
BoJ juga mempertahankan penilaian bahwa ekonomi diharapkan terus mengalami tren pemulihan meskipun akan terkena penurunan permintaan pasca kenaikan pajak.
Dari aspek resiko, BoJ melihat faktor luar negeri perlu diperhatikan seperti perkembangan di negara berkembang, dan prospek masalah hutang Eropa, serta laju pemulihan ekonomi Amerika Serikat.
BoJ sendiri memutuskan untuk mempertahankan kebijakan moneter longgar yang dimulai sejak awal April tahun 2013, untuk meningkatkan cadangan moneter dengan membeli obligasi pemerintah dan aset keuangan lainnya. Selanjutnya, BoJ juga akan melaksanakan operasi pasar guna meningkatkan cadangan moneter sekitar 60 sampai 70 triliun yen per tahun.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
