Baby Boomers Memulai Kehidupan Baru Setelah Pensiun
Jumat, 30 May 2014 14:07
(Tokyo) Banyaknya generasi Baby Boomers di Jepang pada tahun ini memasuki usia 65 tahun atau lebih, dan sebagian besar dari mereka berupaya memulai kehidupan baru setelah masuk masa pensiun.
Transisi ini datang lebih cepat dari perkiraan, karena banyak pekerja generasi baby boomer yang tidak mau pensiun ketika mereka memasuki usia 60 tahun sekitar tahun 2007.
Di Kota Kashiwa, Prefektur Chiba, Ishida Hiroshi (66 tahun) mengajarkan mekanisme bekerjanya robot di sekolah tutorial swasta. Sebelumnya Ishida bekerja sebagai teknisi pengembang perangkat lunak sampai usia 61 tahun, dan dirinya ingin menggunakan pengalamannya bagi generasi muda setelah memasuki masa pensiun.
Ishida mulai bekerja di Sekolah Tutorial pada bulan Januari, yang merupakan bagian dari program khusus pemerintah kota, yang menyediakan lapangan kerja bagi para warga lanjut usia yang memiliki keahlian.
Kelas yang diajar Ishida paling populer dikalangan siswa Sekolah Dasar, karena pelajaran yang diberikannya lebih menarik dan mudah dipahami dibandingkan dengan pelajaran sekolah pada umumnya, ungkap salah seorang siswa.
Sementara Kurita Shinji (66 tahun), mulai bekerja sebagai perawat bagi anak-anak setelah pensiun dari pekerjaan sebagai penulis di stasiun TV. Setelah mengikuti kursus yang diselenggarakan lembaga nirlaba Ai-Port Station di Tokyo, dan setelahnya mendapatkan ijazah perawatan anak.
Menurut Kurita, dirinya sangat senang ketika anak-anak yang dirawatnya memperlihatkan perasaannya secara langsung kepada dirinya.
“Saya baru menyadari sedikitnya waktu seorang bapak (di Jepang) bersama dengan anak-anaknya, sama seperti saya dulu, dan betapa beratnya beban yang harus ditanggung seorang ibu,” kata Kurita.
Mempekerjakan warga lanjut usia untuk merawat anak-anak yang seusia dengan cucu mereka merupakan ide yang bagus, ujar Kurita.
Baby Boomers, atau orang yang lahir diperiode tahun 1947 sampai 1949, juga aktif menjadi sukarelawan seperti kawasan Chuo, Tokyo. Sejumlah warga lanjut usia di kawasan itu bahkan membentuk badan sukarela untuk membantu para pengungsi dari daerah Tohoku yang dilanda bencana gempa dan tsunami tahun 2011.
Miyata Yoshi (65 tahun), yang sebelumnya bekerja sebagai sekretaris pada Rumah Sakit Universitas, kini mengajarkan menyulam kepada para pengungsi, sebagai bagian dari upaya untuk membantu mereka agar dapat mandiri.
Menjadi pengajar di kelas menyulam, juga menyenangkan bagi Miyata karena dia dapat bertemu dengan banyak orang.
Menurut survei yang dilaksanakan Cabinet Office pada tahun 2012, sekitar 70 persen baby boomers ingin terus bekerja, dan ketika ditanya sampai usia berapa ingin bekerja, sekitar 25 persen menyatakan sepanjang yang mereka bisa.
Akiyama Hiroko, profesor khusus gerontologi di Universitas Tokyo menyatakan, baby boomers secara fisik lebih fit dibanding generasi sebelumnya.
“Satu kajian menunjukkan dibandingkan dengan warga lanjut usia di tahun 1992, orang dengan kelompok usia yang sama di tahun 2002 dapat berjalan lebih cepat dan beberapa diantaranya 10 tahun lebih muda untuk laju jalannya,” ujar Akiyama.
Akiyama mengungkapkan, warga lanjut usia akan semakin kuat secara fisik dengan bekerja, dan juga bisa memperluas jaringan pertemanannya, dan menambahkan warga lansia yang bekerja diharapkan dapat hidup sehat untuk jangka waktu yang lebih lama.
Murata Hiroyuki, Presiden Direktur Murata Associates Inc, yang menyelenggarakan program bagi para warga lanjut usia, menyatakan apa yang dilakukan baby boomers saat ini akan memicu perubahan sosial.
Karena banyaknya baby boomers yang punya keahlian di bidang komputer, mereka dapat bekerja bahkan ketika fisik mereka sudah mulai menurun, kata Murata.
“Mereka dapat merangsang ekonomi dengan bekerja sebisa yang dapat dilakukan, dan juga mengkonsumsi, ini juga akan menciptakan lapangan kerja bagi warga berusia muda. Baby boomers dapat menjadi warga lanjut usia yang berkontribusi bagi masyarakat,” kata Murata.
| Selanjutnya > |
|---|
| BERITA HIBURAN & GAYA HIDUP LAINNYA |
BERITA TERKINI
- TEPCO Mulai Pembangunan Dinding Es di Pembangkit Fukushima
- Suhu semakin Panas, Program “Super Cool Biz” Dimulai
- Beda Pandangan, Pimpinan Nippon Ishin no Kai Berpisah
- Akibat Hawa Panas, 1 Tewas & 400 Lainnya dapat Perawatan
- Suzuki Black Fire II, Motor Sport Anti Maling
- Baby Boomers Memulai Kehidupan Baru Setelah Pensiun
