Beda Pandangan, Pimpinan Nippon Ishin no Kai Berpisah


(Tokyo) Nippon Ishin no Kai, yang merupakan partai oposisi kedua terbesar, Kamis pekan silam mengumumkan rencana pemisahan, yang dipicu oleh ketidaksepakatan dua pimpinan utamanya terkait rencana penggabungan dengan partai oposisi kecil Yui no To.


Ishihara Shintaro, salah satu dari dua pimpinan utama Nippon Ishin no Kai, pada Kamis pagi juga mengumumkan rencana membentuk partai baru dengan target merevisi konstitusi, setelah di hari sebelumnya melakukan diskusi dengan Hashimoto Toru, pimpinan utama lainnya, yang ingin terus melanjutkan rencana penggabungan.


“Salah satu alasan utama saya berhenti dari posisi Gubernur Tokyo dan kembali ke panggung politik nasional ialah untuk merubah konstitusi dan membangun kembali negara. Disisi lain, saya tidak pernah dapat menerima pandangan Ketua Umum Yui no To mengenai isu krusial tentang hak pertahanan kolektif,” ujar Ishihara Shintaro (81 tahun), yang saat ini menjadi anggota Majelis Rendah, dalam konferensi pers Kamis (29/05).


Menurut Ishihara, konstitusi yang berlaku saat ini dibuat oleh Amerika Serikat guna memecag belah Jepang, dan konstitusi itu isinya agak bias bila ditinjau dari segi bahasa. “Dan saya ingin memperbaikinya.”


Ini berbeda dengan pandangan Ketua Umum Yui no To Eda Kenji, yang enggan merubah penafsiran konstitusi pemerintah guna memperbolehkan Jepang menerapkan hak pertahanan kolektif.


Sementara di Osaka, Hashimoto Toru (44 tahun) menyampaikan kepada media pemisahan partai dilakukan karena saya tidak cukup kompeten sebagai pimpinan utama.


“Untuk Jepang, kami harus menyusun kembali barisan oposisi guna menghadapi koalisi pemerintah yang dipimpin Partai Liberal Demokrat,” ujar Hashimoto, yang juga menjabat posisi Walikota Osaka.


Dari 62 anggota parlemen yang berasal dari Nippon Ishin no Kai, sekurangnya 10 orang diperkirakan bergabung dengan Ishihara untuk membentuk partai baru. Namun jumlah itu diperkirakan akan bertambah menjadi 15 orang, karena sejumlah anggota lainnya mempertimbangkan untuk bergabung.


Ishihara dan pengikutnya bergabung dengan partai Hashimoto pada bulan November 2012, menjelang pemilihan anggota Majelis Rendah di bulan Desember, namun kedua pimpinan itu berbeda pandangan pada sejumlah isu, antara lain revisi konstitusi dan pembangkit nuklir.


Rencananya pada 5 Juni, tiap anggota Nippon Ishin no Kai akan memutuskan akan bergabung dengan salah satu pimpinan utama.