Kota Asahikawa Promosikan Objek Wisatanya di Jakarta


(Jakarta) Membaiknya perekonomian Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, dan kian seringnya warga Indonesia berwisata ke Jepang untuk mengisi liburan, membuat sejumlah pemerintah daerah di Jepang melaksanakan promosi wisata di Indonesia. Salah satunya, dari Kota Asahikawa yang lokasinya berada ditengah Prefektur Hokkaido.


“ Tahun 2013 silam, ada sekitar seribu orang wisatawan dari Indonesia berkunjung ke Hokkaido yang juga mampir ke kota Asahikawa, melalui program promosi pariwisata ini diharapkan jumlahnya bisa bertambah jadi dua kali lipat pada tahun ini,” ujar Nishikawa Masahito, Walikota Asahikawa, di Hotel Borobudur Jakarta, Senin (02/06) pekan silam.


Menurut Nishikawa, pemerintah Kota Asahikawa sudah menjajaki program promosi wisata ke Indonesia sejak bulan Agustus tahun lalu, dan pada bulan Februari silam, Maskapai Garuda, dan sejumlah perusahaan agen perjalanan berkunjung ke Asahikawa, untuk melihat potensi wisata yang ada.


“Melalui program promosi wisata yang dikemas dalam acara seminar ini, diharapkan info mengenai daerah kami dapat disebarkan lebih lengkap oleh perusahaan agen perjalanan dan juga media kepada calon wisatawan,” kata Nishikawa.


Sejumlah lokasi wisata yang berada di sekitar Kota Asahikawa dipaparkan dalam acara itu, namun Nishikawa juga merekomendasikan objek wisata seperti Asahiyama Zoo, yang beberapa tahun silam jumlah pengunjungnya mendapai 3 juta orang.


“Di kebun binatang ini, hewan yang ada didalamnya dikondisikan seperti berada di alam liar, dan ini merupakan hal sangat jarang di temukan di kebun binatang lain di Jepang,” ungkapnya.


Selain wisata alam, Asahikawa juga menawarkan sejumlah kuliner tradisional seperti manju, makanan yang bagian luarnya terbuat dari tepung beras, dan berisi pasta kacang merah, serta Asahikawa Ramen, yang lumayan dikenal di Jepang.


“Tapi diatas semuanya, Jingisukan merupakan hidangan paling populer dari Asahikawa yang bahan dasarnya terbuat dari daging sapi muda, dan kemungkinan wisatawan dari Indonesia, khususnya yang muslim, punya kesempatan untuk menikmatinya karena tidak menggunakan bumbu, ataupun bahan yang mengandung unsur alkohol,” ujar Nishikawa.