Promosikan Makan Sayuran, Asosiasi buat Worskhop Untuk Anak
Kamis, 12 Juni 2014 15:35
(Tokyo) Sedikitnya pemahaman anak-anak di perkotaan di Jepang mengenai pentingnya memakan sayuran menjadi perhatian pengurus Japan Vegetable Sommelier Association, dan untuk mempromosikannya asosiasi itu menawarkan program kepada orang tua untuk mendorong anak-anaknya memakan lebih banyak sayuran.
Program pendidikan yang diselenggarakan di Tokyo belum lama ini menargetkan anak-anak usia 5 sampai 9 tahun, dan dalam acara itu para ahli atau juga disebut sommelier sayuran membantu menghilangkan keengganan mereka pada sayuran.
“ Saya jadi semakin tertarik pada sayuran, dulu tidak suka wortel atau cabe hijau, sekarang semua bisa dimakan,” ujar Iwashita Takahiro (5 tahun), yang ikut serta dalam program itu bersama ibunya, Kaori (38 tahun).
Dalam program yang terdiri dari 12 tingkatan, para peserta belajar mengenai struktur bunga, dan bibit dengan menganati dan menggambar sayuran, selanjutnya mereka menanam sayuran, dan belajar mengenai distribusi sayuran mulai dari petani sampai ke konsumen.
Menurut pengurus Japan Vegetable Sommelier Association, para peserta anak dapat belajar sambil bermain, karena program itu memasukkan kuis dan permainan, termasuk menebak tiap sayuran hanya dengan menyentuh dan mencium baunya.
Untuk ikut serta dalam program yang berlangsung selama enam bulan, para peserta akan dikenakan biaya sebesar 5.000 yen per bulan, dan uang pendaftaran senilai 10.000 yen.
Di tiap tingkatan, para instruktur membuat masakan, dan menunjukkan bagaimana memasak makanan yang menimbulkan selera bagi anak-anak.
Sebagai contoh, cabe hijau rasanya kurang pahit jika dipanaskan, sementara tomat dan terong lebih mudah dimakan anak-anak, tergantung cara memotongnya.
Obase Mitsuko, manajer Japan Vegetable Sommelier Association menjelaskan, “Orang tua cenderung memaksa anak untuk makan sayuran, namun biasanya anak malah tidak menyukainya. Program kami ditujukan untuk merangsang keingintahuan anak untuk mencoba berbagai sayuran, dan membantu mereka menikmati makan sayuran.”
Menurut Obase, Japan Vegetable Sommelier Association berencana untuk melatih lebih banyak lagi sommelier untuk menjadi instruktur program, yang rencananya akan dibuka di berbagai kota besar di Jepang.
Selain upaya yang dilakukan para ahli sayuran, Kagome Co, perusahaan makanan dan minuman olahan, sejak April silam telah merilis 16 resep jus di rumah, dengan mencampur sayur dan buah segar dengan jus sayuran produksinya.
Smoothie hasil campuran cabe kuning dan kiwi, digabungkan dengan jus rasa Mangga dari Kagome akan kaya dengan Vitamin C, sementara smoothie berwarna hijau dapat dibuat dengan mencampurkan sayur Komatsuna kedalam jus tomat.
Untuk memperkenalkan resep itu, Kagome juga menyelenggarakan workshop membuat jus, dengan mengundang orang tua dan anaknya.
Seorang ibu rumah tangga bersama anak perempuannya yang berusia 8 tahun, ikut serta dalam workshop di pusat perbelanjaan Lalaport Toyosu, di kawasan Koto, Tokyo, menyatakan, “Awalnya anak saya tidak suka jus tomat, namun meminumnya setelah dicampur dengan buah-buahan.”
Menurut juru bicara Kagome, anak bisa minum smoothie, sepanjang jus sayurnya sudah memiliki rasa.
Uenohori Satoko, ahli gizi yang mengembangkan resep itu mengungkapkan,”Jus merupakan cara yang mudah untuk memasukkan nutrisi dibandingkan sayuran, dan kaya serat jika sayuran segar ditambahkan.”
“Kami harap anak-anak bisa lebih akrab dengan sayuran dengan membuat jus sendiri,” katanya.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
BERITA TERKINI
- Workshop Manga Ikuzo! Hadirkan Pengajar Manga dari Osaka
- Tim Samurai Biru Disambut Pendukung di Bandara Narita
- Toughpad FZ-M1, Tablet Panasonic Untuk Pekerja Lapangan
- Rilis All New Jazz, Honda Perkokoh Dominasi di Segmen Hatchback
- Sharp Mini Forest Karawang Tambah Koleksi Pohon Langka
- Toyota Luncurkan Mobil Dengan Sel Bahan Bakar Hidrogen Maret 2015
