Living World Alam Sutera Tampilkan Shadow Warrior Jaman Edo

(Tangerang) Mengisi masa liburan sekolah, Living World Alam Sutera yang tahun ini mengusung tema Japan Shumi Festival, menghadirkan Shadow Warrior Jaman Edo, yang mengkombinasikan gerakan karate, kabuki, tarian serta teknologi digital.


“Setiap tahun Living World Alam Sutera, menampilkan konsep berbeda untuk program liburan sekolah, dan tahun ini karena mengangkat seni budaya Jepang, maka kami berupaya menghadirkan pertunjukan bersifat mendidik, dengan menampilkan Shadow Warrior yang menggabungkan seni, budaya dan teknologi,” ujar Vennisia, Deputy Chief of Public Relations, Living World Alam Sutera, Kamis (26/06).


Pertunjukkan Shadow Warrior diperankan Sakakura Katsumi, dengan menggunakan Orientarhythm, teknologi proyeksi video mapping, yang memproyeksikan bayangannya ke dalam layar, sehingga terlihat seperti sedang bertarung dengan para musuhnya.


Dalam Shadow Warrior, yang berlatar Jaman Edo, Sakakura berperan sebagai seorang pendekar yang lahir di sebuah desa nan damai, namun menjadi porak-poranda karena serangan penjahat. Sakakura yang masih kecil akhirnya berlatih beladiri, dan saat dewasa menjadi Shadow Warrior atau Ksatria Bayangan, pemberantas kejahatan.


Ketika ditanya mengenai pertunjukan Shadow Warrior di Indonesia pada saat konferensi pers Kamis (19/06) pekan silam, Sakakura menjelaskan pertunjukannya kali ini cukup spesial serta menarik karena dibumbui dengan cerita. "Ini pertama kalinya ada cerita, dan akibatnya durasi menjadi lebih panjang. Biasanya saya hanya tampil selama lima menit, dan langsung melakukan gerakan-gerakan.”


Sakakura mulai pentas sejak 2004 di Los Angeles, Amerika Serikat dalam kegiatan bertajuk Japan Expo. Meski ia tak begitu dikenal di Jepang, namun sering diundang mengisi event-event besar di sejumlah negara, seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Korea Selatan, India, dan Saudi Arabia, juga beberapa negara di Eropa dan Asia Tenggara.


“Melalui pertunjukan ini, saya ingin menyampaikan tentang kekuatan mental kepada orang-orang tak hanya di Jepang namun juga seluruh dunia,” ungkap Sakakura.

Pertunjukkan Shadow Warrior di Living World Alam Sutera berlangsung pada 20-22 Juni pukul 16.000 WIB, dan 27-29 Juni pukul 19.00 WIB, dengan harga tiket mulai dari Rp 300.000,- sampai Rp 500.000,-.