Jawa Hokokai, Batik Motif Jepang Bikinan Pekalongan

(Jakarta) Bagi masyarakat Jawa, batik punya makna dalam peristiwa besar maupun dalam keseharian. “. Misalnya, seorang gadis saat dipinang memakai batik motif sido asih, agar disayang oleh keluarganya dan keluarga calon suami. Ketika nujuh bulanan, dipakai enam motif batik dan satu lurik.


Masing-masing punya tujuan misalnya agar anak kelak pintar cari uang, tangguh, ksatria, terhormat namun tetap sederhana. Sewaktu anak sakit, anak diselimuti dengan kain batik motif tambal agar cepat sembuh. Sementara kain untuk menutup jenazah adalah batik slobog, dengan makna agar jalan menuju Sang Khalik menjadi lancar,” terang doktor pelestarian budaya lulusan Canberra University sekaligus pendiri komunitas Mbatik Yuk, Indra Tjahjani.


Selain batik tradisional Jawa, terdapat banyak ragam batik. “Termasuk juga motif batik Jawa Hokokai. Hokokai adalah perkumpulan orang Jepang di Indonesia saat Perang Pasifik pada 1942-1945. Pecinta batik dari Jepang ini memesan batik khusus ke Pekalongan yang kemudian motifnya diberi nama Jawa Hokokai. Cirinya bergambar kupu-kupu dan bunga dengan warna-warna cerah,” kata Indra.


Motif kupu-kupu itu diilhami oleh cerita Sam Pek Eng Tai dari Tiongkok. “Entah bagaimana, ide motif justru dari Tiongkok. Tetapi intinya, motif itu menggambarkan keabadian cinta. Kisah itu kan menggambarkan cinta abadi namun tak sampai dari orang biasa dan orang berkedudukan,” terang pensiunan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini yang sehari-hari selalu mengenakan kain dan kebaya.


Motif ini masih dapat ditemukan di Pekalongan. “Sampai sekarang masih dibuat reproduksinya,” tuturnya. Jawa Hokokai ini sempat berganti nama menjadi Jawa Baru ketika memasuki jaman merdeka. Namun belakangan ini namanya kembali menjadi Jawa Hokokai.


“Agar awet dan tidak pudar, kain-kain batik cantik itu perlu dicuci memakai sabun khusus pencuci batik dan bahan halus,” terang Associate Vice President Fabric Home Care & Human Health Care PT Kao Indonesia, Susilowati. Kao memproduks i pencuci batik sejak 2010.


“Pencuci batik ini dibuat oleh para periset Kao di Jepang. Kami ingin masyarakat Indonesia ikut melestarikan batik sebagai warisan budaya dari Indonesia. Dari sisi sales, hasil penjualan pencuci batik ini tidak besar namun kami bangga berkontribusi untuk budaya Indonesia,” katanya.