Mikitani Hiroshi, Pengusaha Online Bervisi Global dari Kobe

Bangsa Jepang dikenal sangat nasionalis dan konsisten menggunakan bahasa dan tulisan sendiri serta anti memakai bahasa asing. Di masa sekarang, hal ini ternyata merupakan hambatan tersendiri dalam ekspansi bisnis global. Namun kini muncul generasi pengusaha yang memulai perubahan, salah satunya adalah Mikitani Hiroshi, pendiri Rakuten situs belanja online yang menggunakan Bahasa Inggris untuk mewujudkan visi globalnya.

Pria kelahiran 1963 ini pada awalnya mengawali karir di Industrial Bank of Japan. Mikitani bekerja sejak 1988 hingga kemudian perusahaan mengirimkannya belajar ke Harvard Business School, Amerika Serikat. Di sana ia bersentuhan dengan konsep pikiran Amerika dan dunia global serta mulai mengenal entrepreneurship (wirausaha).


Konsep Amerika dan pergaulan barat mempengaruhinya untuk mulai memikirkan usaha sendiri, namun rasa berutang budi kepada bank yang telah membiayai sekolahnya ke Harvard membuatnya bertahan di pekerjaan. Titik balik terjadi ketika terjadi gempa besar di Kobe 1995. Ketika melihat daftar nama korban dari teman dan saudaranya di TV, Mikitani berpikir, apapun bisa terjadi, tak ada yang abadi. Saat itu ia pun memutuskan keluar dari pekerjaannya.


Tahun 1997 ketika internet masih belum sepopuler sekarang, Mikitani sudah berpikir untuk memanfaatkannya sebagai media jual beli. Dirintis dengan tim kecil beranggotakan lulusan-lulusan muda, ide pun muncul untuk mendirikan toko online Rakuten Shopping Mall (Rakuten Ichiba). Mulai dari itulah Rakuten berkembang menjadi situs tujuan jual beli online besar di Jepang.


Sebelum Mikitani, Masayoshi Son sebenarnya telah menguasai dunia maya Jepang dengan kepemilikan saham di Yahoo Japan. Namun karena hanya fokus di dalam negeri dan hanya menggunakan bahasa Jepang, bisnis onlinenya tak berkembang secara global.


Mikitani melihat masa depan adalah pasar global, sehingga menerapkan kebijakan yang disebutnya Englishisation of Rakuten. Sejak 2010, Mikitani mewajibkan penggunaan bahasa Inggris di perusahaannya. Di Rakuten, tanda di lift, dokumen, bahkan menu di kafetaria ditulis dengan bahasa Inggris. Hal ini dimaksudkan untuk membangun budaya perusahaan menjadi internasional dan global. Meski mendapat cemoohan dan dianggap konyol namun Mikitani tak bergeming.


Seakan menentang arus tradisi, ide pria berusia 49 tahun ini ternyata membawa perubahan tersendiri di Jepang. Makin banyak generasi muda yang sadar Bahasa Inggris penting untuk dikuasai. Mikitani berpendapat bahasa akan membuka wawasan terhadap dunia global. Bahasa Inggris adalah alat untuk pergaulan internasional dan untuk perubahan.


Rakuten kemudian terbukti menguasai pasar global. Setelah besar di Jepang, perusahaan ini berekspansi ke Taiwan, Thailand, Amerika kemudian ke Indonesia. Terus menyebar ke Eropa dan mengakuisisi berbagai perusahaan online di seluruh dunia. Kini setelah 15 tahun lebih beroperasi, transaksi kotor Rakuten telah lebih dari 1 triliun yen.


Mikitani Hiroshi telah berkunjung ke Indonesia. Kunjungan pertamanya 03 Juni 2011 waktu meresmikan kerjasama dengan PT Global Mediacom Tbk, MNC Group untuk membuka pusat perbelanjaan online, yakni Rakuten Belanja Online.(BN)

Hak Cipta © 2013 HALO Jepang! HArian onLine indOnesia - Jepang. Dilindungi oleh Undang-undang