Inamori Kazuo, Pendiri Kyocera & Penyelamat JAL


(JAKARTA) Tahun 2010 silam, maskapai penerbangan Japan Airlines (JAL) hampir bangkrut dan mengancam perekonomian Jepang. Untungnya ada Inamori Kazuo, pendiri Kyocera Corporation yang berhasil menyelamatkan JAL.


Lahir pada 1932 di Kagoshima, Inamura tumbuh pada masa perang dunia II. Kondisi saat itu sulit, bahkan rumahnya pernah hancur terkena serangan udara pada 1945. Ia melanjutkan kuliah di Kagoshima University, Fakultas Teknik, jurusan Kimia Terapan.


Masa itu perekonomian sedang sulit dan pekerjaan cukup susah, untungnya ada profesor yang merekomendasikan untuk bekerja di Shofu Industries, pembuat insulator di Kyoto.


Inamura bekerja mengembangkan keramik jenis baru di Shofu. Namun karena ketidakcocokan dengan direktur teknik tentang pengembangan teknologi membuatnya keluar dan mendirikan Kyoto Ceramic Co. Ltd ketika usianya baru 27 tahun.


Perusahaannya berkembang ketika menerima pesanan subtract aluminium untuk bahan integrated circuit (IC) dari IBM, Amerika. Inamura tetap berkonsentrasi pada industri keramik untuk IC. Pabriknya berkembang dari satu di Shiga bertambah lagi di Kagoshima. Pada 1982, nama perusahaan pun berubah menjadi Kyocera Corporation.


Pada perkembangan berikutnya bisnis berkembang ke telepon seluler dan printer. Tahun 2000 mengakuisisi Mita Corp. dan menjadi Kyocera Document Solutions Inc yang terkenal dengan mesin fotokopinya.


Pada masa tuanya ada hal penting yang dilakukan Inamori yakni pemulihan JAL. Tiga tahun lalu, maskapai penerbangan ini menuju kebangkrutan dengan utang mencapai USD 25 miliar. Pemerintah Jepang pun harus memberi talangan dan menunjuk Inamori sebagai pemimpin.


Inamura terpaksa menolak berulangkali karena ia memang tidak tahu apa-apa soal industri penerbangan. Namun akhirnya pria 81 tahun ini kemudian menerima tugas tersebut tanpa bayaran. Ia beralasan jika tak bisa menyelamatkan JAL, akan menjatuhkan perekonomian Jepang yang sedang dalam pemulihan.


Tiga tahun di bawah kepemimpinannya, JAL kembali menghasilkan uang dan kembali terdaftar di Bursa Efek Tokyo. Meskipun suntikan uang dari negara turut berperan, peran Inamura tak kalah penting. Di antaranya memotong sepertiga pekerja, mengurangi rute yang kurang menguntungkan.


Inamura menerapkan filosofi membuat pekerja bahagia dan membuat pekerja bangga bekerja di JAL.


Inamura juga menerapkan pendekatan yang disebut nommunication, yakni mengajak para staf untuk minum bir. Dengan suasana santai, para staf bisa mengeluarkan pendapat yang jujur tentang perusahaan. Inamura tak hanya menyelamatkan perusahaan tapi mengubah kultur birokrat di JAL.


Inamura menurut data Forbes 2012 memiliki kekayaan RP9,4 triliun dan menempati peringkat 31 orang terkaya di Jepang.

Hak Cipta © 2013 HALO Jepang! HArian onLine indOnesia - Jepang. Dilindungi oleh Undang-undang