Pekerja Jepang Padati Karawang, Dongkrak Bisnis Hotel
Sabtu, 22 Desember 2012 00:29
(JAWA BARAT-Indonesia) Bertambahnya perusahaan Jepang yang melakukan investasi dan mendirikan pabrik dan kantor cabang di Indonesia, berakibat membludaknya pegawai asing di dalam negeri. Di sisi lain, hal ini justru memberikan dampak positif bagi hotel, khususnya yang berlokasi di sekitar kawasan industri dan perkantoran.
Pasalnya, sejak satu tahun terakhir, jumlah pengunjung tamu Jepang yang tinggal baik dalam jangka waktu panjang maupun pendek di hotel meningkat, salah satunya Delonix Hotel yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat.
Delonix memiliki sekitar 115 kamar, dan dalam satu tahun terakhir hampir setiap hari seluruh kamar terisi penuh. Padahal tahun-tahun sebelumnya, hanya sekitar 80 kamar yang terisi. Selain itu, 90 persen tamu hotel merupakan warga Jepang yang bekerja di kawasan industri Karawang.
“Kami tidak menargetkan dan mengkhususkan tamu Jepang, namun memang hampir seluruh tamu kami warga Jepang yang merupakan pekerja atau teknisi di pabrik”, ujar Neilla, General Manager Delonix Hotel.
Neilla memperkirakan, peningkatan jumlah tamu di Delonix merupakan dampak dari membaiknya perekonomian di Indonesia, sehingga memicu kedatangan para investor guna berinvestasi atau meluaskan bisnisnya di sini.
Berdasarkan data yang dilansir Japan External Trade Organization (JETRO), tahun ini tercatat sebanyak 1,020 perusahaan dalam Direktori Japanese Company, bertambah 15 perusahaan dari tahun lalu. Namun, pendaftaran nama perusahaan ini bukan merupakan hal yang wajib dilakukan, sehingga diperkirakan masih banyak perusahaan Jepang lain yang belum atau tidak mendaftar ke JETRO.
Sementara, bagi pihak hotel, fenomena ini menjadi peluang yang sangat baik guna perluasan bisnis mereka. “Tahun depan kami akan membangun gedung hotel baru di sini. Dan rencananya di tahun yang sama, sejumlah pengusaha juga akan membangun hotel di wilayah ini”, tutur Neilla.
Christi, sekretaris PT Toyobesq Precision Part Indonesia mengungkapkan, tahun lalu perusahaan mereka dapat memesan sekitar 600 kamar, namun dikarenakan bertambahnya jumlah pekerja Jepang di kawasan Industri, tahun ini mereka hanya memesan sekitar 250 kamar.
“Para pekerja lebih memilih tinggal di dekat pabrik, karena menghemat waktu dan mempertimbangkan macet kalau tinggal di Jakarta. Kalau mau dibandingkan, harga hotel di sini malah lebih mahal dibanding di Jakarta, tapi karena mereka butuh jadi tidak masalah”, ujarnya.
Kementerian Perindustrian juga menyatakan pihak Jepang tengah meminta lahan sekitar 3,000 hektar di Karawang untuk ekspansi selama 15 tahun ke depan, serta meminta penambahan pasokan energi guna mendukung kegiatan industri mereka. (AV)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
BERITA TERKINI
- BTMU : "Jika Reformasi Berjalan, Pertengahan Tahun Pertumbuhan Ekonomi Bisa Capai 5 %"
- Toyota Bebaskan Paten Mobil Berbahan Bakar Hidrogen
- Panasonic Pertimbangkan Pengoperasian Kembali Fasilitas Produksi Domestik
- Abe Tegaskan Kontribusi Pada Perdamaian Pasca PD-II
- Abe Tegaskan Kontribusi Pada Perdamaian Pasca PD-II
- 2 Kapal Pasukan Bela Diri Ikut Mencari Korban AirAsia
- PemDa Terbelah Dalam Isu Pengoperasian Reaktor Nuklir
- Industri Garmen Gunakan Label Untuk Produk Buatan Lokal