Secom Kenalkan Pesawat Tanpa Awak untuk Keamanan
Kamis, 03 Januari 2013 00:19
(TOKYO – Jepang) Pesawat tanpa awak (drone) kini bukan hanya didominasi militer, keterbatasan CCTV dan alarm pencegah tindak kejahatan mendorong Secom Co., Ltd. mengembangkan teknologi sejenis untuk pengawasan keamanan. Robot terbang dari Secom dilengkapi kamera untuk memudahkan pengecekan lokasi secara cepat dan online.
Secom Co., Ltd., perusahaan keamanan asal Jepang memperkenalkan purwarupa pesawat tanpa awak untuk pengawasan keamanan sipil pada akhir Desember silam Tokyo, yang dapat mendeteksi dan merekam video kendaraan serta orang mencurigakan yang masuk ke kawasan toko, pergudangan, pabrik maupun rumah. Penerapan teknologi di sektor keamanan sipil ini merupakan pertama kalinya di dunia.
Pesawat mini yang dilengkapi dengan empat baling-baling ini memiliki panjang 60 centimeter, bobot 1,6 kg dan terhubung dengan sensor laser di lokasi. Jika ada penyusup, sensor akan mengirim sinyal ke pesawat kemudian otomatis terbang mendekati target dan mengambil video. Data kemudian akan dikirim ke pusat kendali.
Mesin baling-balingnya merupakan pengembangan model yang diproduksi perusahaan Jerman Ascending Technologies GmbH. Kemudian dilengkapi piranti lunak dan kamera dari Secom.
Pesawat ini memiliki kemampuan melacak obyek sembari menjaga jarak terbang aman dari targetnya. Demi keamanan, pesawat ini juga hanya akan terbang pada kawasan yang telah diprogram sebelumnya. Juga dilengkapi kendali untuk posisi agar hasil pengambilan foto atau video maksimal dan jelas. Jika ada masalah, pesawat dapat didaratkan pada lokasi yang aman, menghindarkan dari kerusakan.
Secom menargetkan menyewakan mesin ini dengan harga 5000 yen per bulan (sekitar Rp577.500) setelah April 2014. Secom juga mengungkapkan minatnya untuk tidak hanya memasarkan di Jepang namun hingga ke mancanegara.
Perusahaan yang berpusat di Shibuya, Tokyo ini didirikan pada 1962. Selain Jepang, hingga kini telah beroperasi di 12 negara lain yakni Indonesia, Amerika Serikat, Inggris, Australia, Selandia Baru, Korea Selatan, Taiwan, Cina, Thailand, Vietnam, Malaysia dan Singapura.(BN)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
BERITA TERKINI
- BTMU : "Jika Reformasi Berjalan, Pertengahan Tahun Pertumbuhan Ekonomi Bisa Capai 5 %"
- Toyota Bebaskan Paten Mobil Berbahan Bakar Hidrogen
- Panasonic Pertimbangkan Pengoperasian Kembali Fasilitas Produksi Domestik
- Abe Tegaskan Kontribusi Pada Perdamaian Pasca PD-II
- Abe Tegaskan Kontribusi Pada Perdamaian Pasca PD-II
- 2 Kapal Pasukan Bela Diri Ikut Mencari Korban AirAsia
- PemDa Terbelah Dalam Isu Pengoperasian Reaktor Nuklir
- Industri Garmen Gunakan Label Untuk Produk Buatan Lokal