Tahun Ini Sony Tidak Bagikan Dividen

(Tokyo) Sony Corp. mengumumkan tidak membagikan dividen pada tahun fiskal 2014, dan memproyeksikan nilai kerugian yang lebih besar dari perkiraan awal serta berencana mengurangi pegawai.

Suramnya prospek tahun ini merupakan dampak dari penurunan proyeksi penjualan telepon seluler pintar, yang mencapai 16 persen menjadi 43 juta unit.


Akibat ketatnya persaingan di pasar telepon seluler pintar, Sony memproyeksikan rugi bersih senilai 230 miliar yen untuk tahun fiskal 2014, lebih buruk di banding prediksi kerugian awal yang sebesar 50 miliar yen.


Akibat dari penurunan itu, Sony Corp. memutuskan untuk tidak membayarkan dividen semester pertama dan kedua pada tahun ini, yang merupakan kejadian pertama kalinya sejak perusahaan terdaftar di Bursa Saham Tokyo pada tahun 1958.


"Tanggung jawab saya ialah melaksanakan restrukturisasi dalam tahun fiskal ini, dan berupaya kembali ke jalur pemulihan pada tahun fiskal 2015," ujar Hirai Kazuo, Presiden Direktur Sony Corp Rabu (17/09).


Lebih lanjut Hirai menjelaskan, perusahaan akan memotong 15 persen pegawai, yang berarti dari 7.100 pegawainya sebanyak 1.000 akan dirumahkan.


Situasi ini merupakan kemunduran terkini yang dialami Sony, setelah pada tahun fiskal 2013 merevisi proyeksi penerimaannya sebanyak tiga kali.


Proyeksi terakhir ini menunjukkan Sony dalam enam tahun berturut-turut membukukan kerugian. Pada tahun 2013, rugi bersih perusahaan senilai 128.40 miliar yen.


Selain itu, Sony Corp juga akan memutihkan aset senilai 180 miliar yen pada kuartal kedua tahun fiskal 2014, karena telepon seluler pintar dengan harga murah yang dijualnya mendapatkan persaingan ketat dari perusahaan Tiongkok.