Jumlah Hutang Pemerintah Lampaui 1.000 Triliun Yen

(Tokyo) Jumlah hutang pemerintah Jepang yang berasal dari penerbitan obligasi sampai bulan Juni silam nilainya telah melampaui 1.000 triliun yen, dan Bank Sentral (Nippon Ginko/BoJ) menjadi pemegang terbesar obligasi yang diterbitkan dalam mata uang asing.

Jumlah hutang dari obligasi pemerintah mencapai 1.013 triliun yen pada akhir Juni, naik 4.5 persen dibanding bulan yang sama pada tahun sebelumnya, dipicu bertambahnya alokasi anggaran kesejahteraan akibat meningkatnya jumlah warga lanjut usia.

Dari jumlah keseluruhan obligasi, sebanyak 21.2 persen atau 215 triliun yen dipegang BoJ, sebagai akibat dari pembelian aset secara masif dari lembaga keuangan, yang merupakan bagian dari kebijakanpelonggaran moneter agresif guna mendorong tumbuhnya perekonomian domestik.

Sementara pemegang obligasi lainnya, yakni bank domestik sebanyak 12.7 persen atau 129 triliun yen, turun 6.3 persen.

Selain itu, data kuartalan menunjukan aset yang dipegang rumah tangga di Jepang naik 2.7 persen di banding bulan Juni tahun 2013 menjadi 1.645 triliun yen. Kenaikan itu sebagian disebabkan meningkatnya nilai dana investasi dan deposito dalam mata uang asing sebagai akibat meningkatnya harga saham dan melemahnya yen.

Berdasarkan jenis aset, saham dan ekuitas lainnya naik sebesar 5.9 persen menjadi 150 triliun yen. Uang tunai dan deposito tumbuh 1.6 persen menjadi 874 triliun yen, sementara asuransi dan pensiun naik 2.1 persen menjadi 441 triliun yen.