Laba Bersih Mitsubishi April-September Melonjak 30%
Rabu, 29 Oktober 2014 12:36
(Tokyo) Laba bersih Mitsubishi Motor Corp. periode April-September melonjak hingga 30,3 persen dari tahun sebelumnya menjadi 60.89 miliar yen karena pemotongan biaya dan depresiasi yen.
Namun memasuki tahun fiskal 2014 yang berakhir Maret mendatang, Mitsubishi memotong perkiraan penjualannya menjadi 2.18 triliun yen dari proyeksi sebelumnya sebesar 2.3 triliun yen seiringan dengan usahanya dalam mempertahankan estimasi laba.
Laba operasi untuk pertengahan tahun fiskal saat ini naik 23,3 persen menjadi 62.66 miliar yen. Penjualannya pun menanjak 11,4 persen menjadi 1.04 triliun yen, memperlihatkan kemajuan dalam produksi berbagai modelnya.
Penjualannya di tingkat global selama enam bulan meningkat sebesar 4 persen menjadi sebanyak 521.000 unit mobil karena adanya peningkatan permintaan di Amerika Utara dan Eropa. Kenaikan permintaan tersebut membantu mengimbangi lesunya penjualan di Jepang karena kenaikan pajak penjualan pada bulan April.
Penjualan di bagian lainnya di Asia pun turut meningkat karena pertumbuhan di Cina, namun proses pemulihan tingkat permintaan yang lamban di Thailand cenderung melemahkan volume penjualan di kawasan.
Mitsubishi memutuskan untuk melanjutkan pembayaran dividen nya pada paruh pertama tahun fiskal untuk pertama kalinya selama 17 tahun terakhir, dengan pembayaran 7,5 yen per saham.
Untuk keseluruhan tahun fiskal 2014, Mitsubishi Motors memproyeksikan peningkatan laba bersih perusahaan sebesar 5,1 persen dari tahun sebelumnya menjadi 110 miliar yen dan laba operasi 9,4 persen menjadi 135 miliar yen.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
BERITA TERKINI
- Kabinet PM Abe Targetkan Kenaikan Tingkat Kelahiran
- Jumlah Penumpang Maskapai Murah Terus Naik
- 66.000 Perusahaan Tak Laporkan Penerimaan Kena Pajak
- Mayoritas Produsen Otomotif Cetak Laba Bersih
- Canon imagePROGRAF, Printer Untuk Cetak Cepat
- PM Abe Siapkan Strategi Baru Penanganan Demensia
- Aki Bermasalah Mitsubishi Fuso Recall 30.000 Unit Canter
- Bank Sentral Upayakan Target Inflasi 2% Tercapai