JBIC & Konsorsium Bank Swasta Biayai Proyek PLTU Batang
Jumat, 10 Juni 2016 16:00
(Jakarta) Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan konsorsium bank swasta yang terdiri dari 9 bank komersial, yang sebagian besar dari Jepang, telah mencapai kesepakatan dengan PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) untuk membiayai proyek pembangunan PLTU yang berlokasi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah yang direncanakan berkapasitas 2X 1.000 MW senilai US$ 3.42 miliar.
Dalam kesepakatan pembiayaan ini JBIC menyiapkan dana sebesar US$ 2 miliar, dan sisanya dibiayai bersama konsorsium sembilan bank yakni Sumitomo Mitsui Banking Corporation, Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd, Mizuho Bank Ltd, Sumitomo Mitsui Trust Bank Ltd, Mitsubishi UFJ Trust and Banking Corporation, Shinzei Bank Ltd, Norinchukin Bank, dan dua perbankan dari Singapura yakni DBS Bank dan Overseas Chinese Banking Corporation Ltd.
Presiden Direktur PT Bhimasena Power Indonesia, Mohammad Effendi menjelaskan dengan sudah tercapainya kesepakatan mengenai pembiayaan, perusahaan akan segera memulai proses konstruksi PLTU yang akan menggunakan teknologi ultra supercritical dan sistem pengolahan gas buang yang dapat meminimalkan gas emisi yang ramah lingkungan.
“Kami bersyukur kesepakatan pembiayaan proyek PLTU ini akhirnya ditandatangani, dan menyampaikan terimakasih kepada para kreditur atas kepercayaan yang telah diberikan, dan juga dukungan besar dari pemerintah untuk segera memulai proses konstruksi,” ujar Mohammad Effendi di sela acara penandatangan kesepakatan Kamis (09/06) di Jakarta.
Lebih lanjut Presiden Direktur PT BPI memaparkan, “Perusahaan berharap PLTU dapat beroperasi setelah masa pembangunan yang berlangsung sekitar 48 bulan, dan bisa beroperasi secara komersial pada tahun 2020.”
PLTU di Kabupaten Batang ini dibangun dengan Pola Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS), dan merupakan proyek KPS skala berar pertama dengan nilai investasi lebih dari US$ 4 miliar, dan rencananya hasil listriknya akan dibeli PT PLN, yang perjanjiannya telah ditandatangani pada bulan Oktober 2011 dengan nilai US$ 0.0579 per kWh.
Sementara untuk kontraktor pelaksana konstruksi atau engineering, procurement & construction (EPC), telah ditunjuk Mitsubishi Hitachi Power Systems Ltd yang akan menggarap porsi offshore, dan Sumitomo Corporation untuk menggarap bagian onshore, yang serah terima situs (site handover) kepada kontraktor telah dilaksanakan pada 30 April silam.
Sejak proyek ini direncanakan pada tahun 2011, masalah sengketa lahan menjadi persoalan yang menghambat dimulainya proses konstruksi, dan sempat menjadi salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan bilateral Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Abe Shinzo saat bertemu di sela-sela acara KTT G-7 Outreach Meeting di Ise-Shima, Prefektur Mie pada akhir bulan Mei silam.
PT Bhimasena Power Indonesia merupakan perusahaan patungan yang terdiri dari J-Power, Itochu Corporation dan PT Adaro Power dengan kepemilikan saham masing-masing 34 persen, 34 persen dan 32 persen.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
