Tim Riken Usulkan Unsur Atom 113 Dinamai Nihonium
Rabu, 22 Juni 2016 14:53
(Tokyo) Ilmuwan RIKEN Institute penemu unsur atom 113 yang merupakan elemen sintetis super berat berencana memberikan nama “nihonium” dengan simbol atom “NH” yang berarti Jepang, ungkap International Union of Pure Applied Chemistry (IUPAC) pekan silam.
Menurut juru bicara lembaga internasional itu, pemberian nama ini ditujukan untuk membuat hubungan langsung dengan negara tempat domisili penemu unsur itu, dan jika mendapat persetujuan resmi akan menjadi pertama kalinya ilmuwan dari negara Asia memberikan nama untuk unsur atom.
Tim peneliti yang dipimpin Morita Kosuke, Profesor di Universitas Kyoto mendapatkan hak pemberian nama untuk unsur atom 113 pada bulan Desember 2015 setelah berhasil menciptakan unsur itu sebanyak tiga kali yakni pada tahun 2004, 2005 dan 2012.
Sementara tim peneliti Amerika Serikat dan Rusia juga telah mengklaim berhasil menemukan unsur itu terlebih dahulu dibanding tim Riken, namun IUPAC memutuskan tim Riken sebagai penemunya.
Morita telah mengajukan usulan nama sejak bulan Maret ke IUPAC, dan organisasi itu kini sedang melakukan tinjauan selama lima bulan guna mendapatkan komentar publik sebelum akhirnya secara resmi membuat keputusan pada akhir tahun ini.
Kemungkinan besar IUPAC akan mendukung usulan Morita, karena tim ahli telah menyelesaikan tinjauan dasar dan usulan awal belum pernah dirubah.
Unsur sintesa artifisial yang dibuat tim Riken memiliki 113 proton dalam nukleusnya. Tim Morita menciptakan unsur itu dengan menumbukkan ion seng dengan bismut, yang masing-masing memiliki 30 proton dan 83 proton.
Sifat unsur baru ini masih sedikit yang dapat diketahui karena hanya ada dalam lima seperseratus per satu detik.
Tim Riken menyatakan harapannya bahwa kebanggaan dan keyakinan pada ilmu pengetahuan akan membantu meningkatkan semangat mereka yang hilang harapan akibat bencana nuklir Fukushima tahun 2011.
“Saya tidak ingin mengusulkan nama yang tidak akan diterima semua orang, dan saya harap mereka dapat memahami,” ungkap Morita.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
