SMEJ Promosikan Pembelian Komponen di Dalam Negeri

(Jakarta) Small and Medium Enterprise Japan yang merupakan wadah dari perusahaan kecil dan menengah Jepang yang beroperasi di Indonesia, dan sekretariatnya berlokasi di kantor Japan External Trade Organisation (JETRO) Jakarta menyelenggarakan program business matching yang berlangsung di Kantor Pusat Maybank Indonesia, diikuti 120 peserta dari perusahaan Jepang dan Indonesia.


Kegiatan yang kali ini bertema “Memperkuat Perusahaan Kecil dan Menengah” merupakan yang keduakalinya dilaksanakan, dan diikuti sejumlah lembaga termasuk Pemerintah Kota Kawasaki, dan juga KADIN atau Kamar Dagang dan Industri Indonesia, bertujuan mempromosikan pembentukan perusahaan patungan Indonesia-Jepang.


Dalam kata sambutannya, Ketua SMEJ Shiraishi Yasunobu mengharapkan perusahaan Jepang dengan teknologi kelas dunia dan perusahaan Indonesia dapat membuat produk dengan harga terjangkau, dan dapat bersaing di panggung internasional.


Sebagian besar perusahaan Jepang yang hadir dalam workshop bergantung pada komponen impor, dan menjajaki kemungkinan mencari pemasok yang memproduksi komponen di dalam negeri.


Salah satu perusahaan yakni Yamato Denki yang berkantor pusat di kawasan Nerima, Tokyo dan menjual produk penguji LED, melalui anak perusahaannya Yamato International Indonesia, selain memproduksi lampu LED, juga ditugaskan membeli pasokan alumunium alloy.


Tidak hanya perusahaan kecil dan menengah, perusahaan besar seperti Yamaha Music Manufacturing Asia juga menyampaikan presentasi.


Selain itu, juga hadir delegasi Kota Kawasaki, membawa perwakilan lima perusahaan yang bergerak di industri pengairan.


Ota Toru, Kepala Kantor Promosi Ekonomi Internasional di Departemen Ekonomi dan Tenaga Kerja Pemerintah Kota Kawasaki menjelaskan, “Sebagian besar perusahaan yang ikut kali ini sedang melakukan penjajakan, dan workshop ini menjadi batu loncatan untuk berbisnis di sini.”


Rencananya, JETRO dan Kadin akan melanjutkan kerjasama dalam rangka menindaklanjuti program business matching, termasuk penyelenggaraan workshop lanjutan pada bulan Oktober mendatang.