Teknologi Plasmacluster Sharp Kurangi Resiko Infeksi TBC
Kamis, 15 September 2016 14:05
(Karawang) Sharp Corporation mengumumkan teknologi plasmacluster pada penjernih udara terbaru yang mampu mengurangi risiko infeksi tuberkulosis (TBC), pada konferensi yang diadakan serentak di Jepang dan Indonesia, Kamis (08/09).
Turut hadir dalam acara itu yakni Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia Plasmacluster (SEID), Irie Fumihiro, serta GM Divisi Sistem Kesehatan dan Lingkungan Sharp Corp, Tomida Masashi.
Bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Sharp telah melakukan uji coba terhadap petugas layanan kesehatan di National Tuberculosis and Lung Disease, Tbilisi, Georgia, dan dapat menurunkan risiko penularan TBC pada petugas yang berada di ruangan plasmacluster. Selain itu, juga dapat meningkatkan pencegahan resistensi obat pada pasien TBC.
Berdasarkan data WHO pada 2015 lebih dari 9,5 juta orang di dunia terinfeksi TBC dan 1,5 juta orang meninggal akibat penyakit itu.
Teknologi plasmacluster dengan 100.000 ion per sentimeter kubik mampu mengikat virus, bakteri dan jamur sehingga menghasilkan udara yang lebih bersih.
Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia Plasmacluster (SEID), Irie Fumihiro mengatakan, Indonesia sengaja dipilih karena penyakit TBC masih menjadi ancaman besar bagi masyarakat Indonesia, yang merupakan negara penderita TBC terbesar ke-2 di dunia.
“Pasar penjernih udara dalam ruangan kebutuhannya cukup besar di Indonesia, mencapai sekitar 100 ribu unit per tahun, dan Sharp melalui Plasmacluster menguasai 60 persen pasar,” ujarnya.
Irie menambahkan, Sharp tidak hanya fokus pada penjualan produk semata, namun juga berusaha untuk memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan kesejahteraan konsumennya.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
