Daihatsu Ayla, Minimalis Tapi Sesuai Kondisi Dalam Negeri


(Jakarta) Peraturan pemerintah tentang Low Cost Green Car (LCGC) sudah disahkan, para pabrikan pun berlomba meluncurkan mobil andalannya. Di antaranya Daihatsu Ayla yang hadir dengan spesifikasi minimalis agar harganya tetap terjangkau untuk pemilik mobil pemula. Meskipun begitu desainnya sudah disesuaikan untuk kondisi Indonesia.


“Ayla ingin menjadi cahaya baru bagi keluarga yang menginginkan produk berkualitas, ramah lingkungan tapi tetap terjangkau,” ungkap Sudirman MR, Presdir PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Senin (09/09).


Tipe terbawahnya, D, tidak disertai pendingin udara dan sistem audio sehingga bisa dipasarkan dengan harga Rp76,5 juta. Menurut Amelia Tjandra, Direktur Marketing ADM, spesifikasi ini dipilih sebagai strategi pemasaran menyasar konsumen yang beralih ke mobil tapi belum memiliki dana lebih.


Sejak awal pengembangan Ayla melibatkan staf lokal untuk melakukan desain produk dan survey kebutuhan pasar. Rata-rata konsumen menginginkan mobil dengan harga terjangkau, kapasitas 5 orang serta bagasi luas. Pengembangan mobil ini juga mempertimbangkan kondisi jalan di Indonesia yang kurang bagus serta sempit sehingga memiliki ground clearance relatif tinggi, 180mm dan radius belok 4,4 meter.


Pada kesempatan yang sama, Pradipto Sugondo, Executive Officer R&D ADM menyatakan, “Eksterior Ayla lebih kecil dari City Car namun di dalamnya couple distance, jarak penumpang depan dan bangku kedua lebih luas.”


Pradipto menambahkan Ayla memiliki konsumsi bahan bakar relatif rendah, sekitar 21 km per liter dengan kecepatan maksimal mencapai 135km/jam. Ayla dilengkapi mesin baru 1000cc seri 1KR-DE yang dikembangkan khusus untuk mobil ini.


ADM menghadirkan 6 varian yakni tipe D (transmisi manual), D+ (manual), M (manual dan otomatis), plus X (manual dan otomatis). Tipe tertingginya dijual seharga Rp107 juta.


Ayla diproduksi di pabrik baru di Karawang Timur, melibatkan 145 pemasok komponen dimana 35 di antaranya merupakan pemasok baru. Saat ini tingkat kandungan dalam negeri telah mencapai 84% dan akan terus ditingkatkan.