Osaka Tawarkan Keramahan Seperti di Indonesia

(Jakarta) Bagi yang ingin melanjutkan studi ke Jepang, Osaka dapat menjadi pilihan, karena daerah yang masih kental dengan budaya tradisional ini menawarkan keramahan masyarakat seperti lazimnya yang sering kita temui di Indonesia.


"Osaka berbeda dengan kota Jepang lainnya, masyarakatnya sangat ramah dan hangat, seperti yang dijumpai di Indonesia. Ini yang membuat betah," kata Dewi Kusrini dalam seminar Student Life in Osaka yang diselenggarakan Osaka Foundation of International Exchange (OFIX) di Balai Kartini, Jakarta Selatan, dalam pameran pendidikan Japan, Osaka Study Abroad & Job Fair 2013, Minggu (22/09).


Menurut Dewi yang sedang menempuh program S3 di Osaka Prefecture University, ia sering menjumpai orang-orang yang saling bertegur sapa di kereta maupun di jalan, terutama dengan para lansia. Selain itu, suasana kota Osaka sangat menyenangkan untuk menyegarkan pikiran di saat sedang jenuh dengan perkuliahan.


Dewi yang juga dosen di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung telah lima tahun berada di Osaka, dan merasakan biaya hidup cukup terjangkau dan transportasi yang praktis. Setiap bulannya ia membayar tempat tinggal dengan kisaran 30.000-50.000 yen. Sementara biaya sekali makan 200-500 yen atau memasak sendiri di dapur fasilitas yang disediakan asrama. "Bahkan beasiswa dari Monbunkagakusho sangat lebih dari cukup dan bisa saya tabung untuk hal lainnya," ujarnya.


Dalam seminar itu, peserta yang terdiri dari mahasiswa, pelajar SMA dan SMK, sangat antusias bertanya seputar kehidupan, pendidikan dan beasiswa ke Osaka. Lebih dari separuh dari mereka pun ingin melanjutkan studi di sana.


Jumlah orang Indonesia yang melanjutkan pendidikan di Osaka tidak sebanyak di Tokyo. Hal ini pula yang mendorong Pemerintah Prefektur Osaka dan OFIX, menggelar pameran pendidikan untuk menarik warga Indonesia belajar di Osaka. “Indonesia saat ini memiliki ekonomi yang bagus sehingga kami terus mendorong untuk datang belajar ke Osaka. Dengan bertambahnya mahasiswa asing di Osaka dapat mendukung juga program internasionalisasi dan pengembangan kota,” kata Yoshimura Keiji, Vice Director Osaka Prefectural Internationalization Strategy Executive Commitee Office.


Pameran ini menghadirkan berbagai 26 perguruan tinggi dan sekolah di Osaka di antaranya Osaka Prefecture University, Hannan University, The Chuo College of Technology, dan lain-lain. Selain itu juga ada 10 perusahaan Jepang yang membuka rekrutmen bagi lulusan universitas. Lebih dari 2000 pengunjung, yang terdiri dari siswa SMA, SMK serta mahasiswa di Jakarta dan Jawa Barat hadir dalam kegiatan ini.