PM Abe Pastikan Kenaikan Pajak Penjualan April 2014


(Tokyo) Perdana Menteri Abe Shinzo Selasa (01/10) memastikan pemerintahnya akan menaikan pajak penjualan domestik mulai bulan April 2014 dari 5 persen menjadi 8 persen, keputusan ini sekaligus mengakhiri spekulasi publik yang sudah berlangsung dalam setahun mengenai kemungkinan kenaikan pajak yang dikhawatirkan sejumlah ahli akan mengakibatkan masalah baru bagi pemulihan ekonomi domestik.


Bersamaan dengan penyampaian kepastian mengenai kenaikan pajak, PM Abe juga mengumumkan paket stimulus ekonomi senilai 6 triliun yen (sekitar US$ 61 miliar) yang ditujukan mengantisipasi kekhawatiran terhadap dampak kenaikan pajak konsumsi, yang merupakan kenaikan pertama sejak April 1997, akan mengakibatkan turunnya bisnis, dan pembelanjaan rumah tangga, serta menggagalkan upayanya untuk mengakhiri deflasi kronis yang telah berlangsung selama dua dekade dengan kebijakan "Abenomics"nya.


"Guna mempertahankan kepercayaan terhadap kebijakan fiskal Jepang, dan guna menjalankan sistem jaminan sosial yang berkelanjutan untuk generasi masa depan, saya telah memutuskan untuk menaikan tingkat pajak penjualan menjadi 8 persen dari sebelumnya 5 persen mulai April 2014," ujar PM Abe dalam pertemuan dengan anggota parlemen dari LDP.


Dalam konferensi pers di kesempatan terpisah, PM Abe menekankan bahwa pemerintah dapat mencapai keseimbangan antara pemulihan ekonomi dan rehabilitasi fiskal dan mengkesampingkan kemungkinan terjadinya krisis ekonomi karena kenaikan pajak.


Sementara mengenai kenaikan pajak konsumsi menjadi 10 persen pada bulan Oktober 2015, yang merupakan tahap kedua dari dua kali kenaikan pajak sesuai dengan UU yang disahkan pada tahun silam, Abe menyatakan dirinya terlebih dahulu akan mempelajari situasi ekonomi sebelum memutuskan dengan selayaknya.


Selain itu, PM juga menyatakan pemerintah akan mempertimbangkan secara serius penurunan pajak korporasi guna membantu perusahaan, dan menghilangkan kemungkinan dampak negatif.


Jepang menghadapi tantangan dalam mengatasi pendanaan anggaran publik, dan kenaikan pajak penjualan dirancang guna membantu pemerintah mendapatkan dana yang akan dialokasikan untuk menutupi biaya jaminan sosial yang bertambah seiring meningkatnya jumlah warga lanjut usia.


Kenaikan pajak juga dinilai perlu oleh pemerintah guna mempertahankan kepercayaan dunia internasional terhadap Jepang, seperti yang dijanjikan dalam sejumlah pertemuan internasional yang dihadiri PM Abe, seperti KTT G-20, untuk melakukan sejumlah rehabilitasi fiskal.