Kementerian Perikanan Ingin Lanjutkan Perburuan Paus di Pasifik


(Tokyo) Kementerian Perikanan ingin melanjutkan perburuan paus di Samudera Pasifik, meski Mahkamah Internasional belum lama ini telah menetapkan Tokyo untuk menghentikan perburuan paus di Samudera Antartika.


“Kementerian ingin mempertahankan kebijakan guna melanjutkan budaya makan daging paus, dan mengamankan pasokannya,” ujar Hayashi Yoshimasa, Menteri Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (農林水産大臣/Nōrin Suisan Daijin) Selasa (15/04) di Tokyo.


Pemerintah Perdana Menteri Abe Shinzo sebelumnya sudah memutuskan untuk mematuhi keputusan Mahkamah Internasional yang dirilis pada 31 Maret silam, yang menetapkan perburuan paus Jepang di Samudera Antartika melanggar Moratorium perburuan paus untuk tujuan komersial.


Menanggapi keputusan Mahkamah Internasional itu, kalangan pendukung perburuan paus, sangat khawatir perburuan paus di Samudera Pasifik juga akan terkena dampaknya, meski keputusan itu hanya berlaku untuk Samudera Antartika.


Mengingat Pemerintah PM Abe saat ini sedang membahas pelaksanaan perburuan paus di Samudera Pasifik, yang dijadwalkan akan dimulai akhir bulan ini.


Di pemerintahan sendiri, ada perbedaan pendapat antara Kementerian Perikanan, yang ingin melanjutkan, dan Kementerian Luar Negeri, yang berhati-hati dalam penetapan dilanjutkannya perburuan paus di Samudera Pasifik, terlebih lagi setelah keluarnya penetapan dari Mahkamah Internasional.


Selain perburuan paus di Samudera Antartika, masih ada dua cara lain yang bisa dilakukan Jepang untuk melakukan perburuan paus, yakni riset paus di wilayah Barat Laut Samudera Pasifik, serta perburuan paus jenis yang lebih kecil, termasuk lumba-lumba, di kawasan pantai sekitar Jepang.