Gubernur Tokyo Tinjau Ulang Rencana Arena Olimpiade 2020


(Tokyo) Rencana awal untuk lokasi penyelenggaraan Olimpiade dan Paralimpiade di Tokyo tahun 2020 akan ditinjau ulang secara mendalam, ungkap Gubernur Tokyo Masuzoe Yoichi saat berlangsungnya sesi regular Sidang Parlemen Metropolitan Tokyo Selasa (10/06).


Menurut Masuzoe, tinjauan ulang difokuskan pada kenaikan biaya konstruksi stadion yang sangat drastis, dan juga fasilitas terkait lainnya, serta mempertanyakan kegunaan semua fasilitas itu usai penyelenggaraan Olimpiade.


“Perlu untuk mengetahui apa kelanjutan dari berbagai fasilitas yang digunakan selama Olimpiade, dan juga bagaimana kehidupan warga Tokyo akan terpengaruh oleh acara akbar itu,” ujar Masuzoe.


Jika ada perubahan mengenai fasilitas Olimpiade, dan Paralimpiade akan dimasukkan dalam laporan yang akan diserahkan ke Komite Olimpiade Internasional pada bulan Februari 2015.


Tokyo, yang pada bulan September tahun 2013 menang dalam pemilihan menjadi tuan rumah Olimpiade musim panas tahun 2020, telah menginformasikan Komite Olimpiade Internasional mengenai perubahan rencana fasilitas pertandingan.


Mori Yoshiro, Mantan Perdana Menteri yang juga menjabat Ketua Pelaksana Komite pemenangan Tokyo untuk menjadi tuan rumah Olimpiade dan Paralimpiade tahun 2020, juga sepakat dengan keputusan Masuzoe.


Keputusan untuk meninjau ulang lokasi penyelenggaraan dipicu oleh timbulnya kekhawatiran mengenai tidak memadainya dana cadangan Pemerintah Metropolitan, sebesar 400 miliar yen, yang dialokasikan untuk pembangunan fasilitas Olimpiade.


Rincian rencana baru akan dibahas Kamis pekan ini, dalam rapat para perwakilan yang terlibat dalam persiapan Olimpiade.


Dalam dokumen usulan pengajuan Tokyo menjadi Tuan Rumah Olimpiade, diajukan dana sebesar 153.8 miliar yen, yang termasuk pembangunan 10 fasilitas baru.


Tokyo mendapat nilai tertinggi dari Komite Olimpiade Internasional, karena dalam proposalnya menyatakan arena pertandingan berada dalam radius 8 kilometer, guna mengurangi beban para atlit.


Sejumlah rencana yang ditinjau ulang antara lain, pembangunan jalur Kayak di Taman Kasai Rinkai, yang ditentang oleh Wild Bird Society of Japan.


Mengenai dilakukannya peninjauan ulang, Masuzoe menyatakan Pemerintah Metropolitan Tokyo akan mengambil sejumlah langkah yang “ramah lingkungan.”