Kusano Yasuo, Mantan Pemimpin Redaksi The Daily Jakarta Shimbun Tutup Usia [04/01-16:06]

(Tokyo-Jepang) Kusano Yasuo, Pemimpin Redaksi pertama surat kabar The Daily Jakarta Shimbun yang diluncurkan pertama kali pada November 98, tutup usia Senin (02/01) pukul 10 pagi, di Rumah Sakit Pusat Kanker Nasional, Tsukiji, Metropolitan Tokyo.


Kusano wafat dalam usia 73 tahun, menderita sakit Kanker Limfoma ganas yang terdeteksi sejak Maret 2009 silam. Selama masa pengobatan, Kusano tetap semangat berjuang menjembatani hubungan Jepang, dan Indonesia hingga ikut meliput kunjungan Presiden Yudhoyono ke kota Kesennuma, Prefektur Miyagi pada Juni 2011, yang merupakan wawancara terakhirnya, karena setelah itu kondisi Kusano makin memburuk, sehingga harus dirawat di rumah sakit hingga akhir hayatnya.

Kusano lahir di Tokyo pada 23 Mei 1939. Kemudian bersama keluarganya pindah ke kota Iwaki, Prefektur Fukushima pada tahun 1944. Setelah menamatkan pendidikan SMA Iwaki, Kusano mendaftar di Universitas Tokyo Kajian Luar Negeri Indocina, kemudian setelah lulus pada tahun 1964, Kusano bergabung dengan Biro Tokyo Reuters.

Selanjutnya pada tahun 1966, Kusano bergabung dengan Surat kabar Mainichi Shimbun, ditugaskan di biro Sendai, dan Tokyo. Sejumlah informasi penting di tahun 1974 telah ia kumpulkan dari Amerika Serikat, dan Asia, seperti kasus Lockheed, serta pembajakan pesawat (hijack) oleh Tentara Merah. Kemudian, Kusano ditugaskan menjadi kepala biro di Jakarta pada tahun 1980-1986, Manila pada 1986, Bangkok 1990, dan Phnom Penh.

Ishii Hideo, mantan Penasehat Jakarta Japan Club yang juga anggota Asosiasi Persahabatan Jepang-Indonesia mengenang pertemuannya pertama kali dengan Kusano pada tahun 1979 di Jakarta. Bagi Ishii, sosok Kusano merupakan guru bagi orang Jepang yang berada di Indonesia yang telah berkontribusi memberikan informasi bagi hubungan Jepang dan Indonesia. "Kusano sudah seperti keluarga bagi saya, begitu pun juga Kusano menganggap saya sebagai Kakaknya.

Ketika itu, Kusano mengutarakan niatnya untuk membangun surat kabar Jakarta Shimbun di Indonesia. Saya sangat mendukung idenya, karena sebelumnya sekitar tahun 1920-an Indonesia telah memiliki koran berbahasa Jepang, yakni Tou Indo Nippo, kemudian tutup pada tahun 1941."

Lebih lanjut Ishii mengungkapkan, "Saya sangat menghormati keluarga Kusano, terutama mendiang isteri Kusano yang berjasa turut menyusun, dan membentuk sistem perpustakaan di JJC."

Setelah Kusano mengundurkan diri dan menjadi penasihat di Mainichi Shimbun, ia mendirikan surat kabar The daily Jakarta Shimbun pada November 1998, bertepatan dengan runtuhnya rezim Soeharto pada Mei 1998.

Sementara menurut Mantan Konselor Ekonomi KBRI Tokyo M. Abas Ridwan, sosok Kusano sangat suka membantu, dan memberikan perhatian lebih, "Saya pertama kali bertemu beliau pada tahun 2008 pada program pengiriman perawat Indonesia ke Jepang. Saya sering mengobrol dengan beliau ketika ada di Jepang, dan selalu tersenyum bersemangat setiap kali berbicara."

Ridwan terakhir kali bertemu dengan Kusano saat kunjungan Presiden Yudhoyono di Kesennuma, saat itu Kusano tengah menjalani pengobatan di rumah sakit Tokyo namun beliau tetap ingin hadir mengambil foto dalam acara tersebut. "Beliau selalu tersenyum meskipun tau dirinya sedang sakit, saya terkesan dengan semangat hidupnya, dan merasa kehilangan", ujar Ridwan.

Sedangkan bagi Otani Hideaki, Manager Public Relations Group Management Strategy Division Association for Overseas Technical Scholarship (AOTS), "Ada tiga hal yang tidak terlupakan mengenai Kusano, yakni saat merayakan ulang tahun AOTS ke-50 pada tahun 2009, beliau menyempatkan diri datang ke Tokyo memberikan semangat bagi calon perawat asal Indonesia. Kemudian saat kunjungan Presiden Yudhoyono ke kota Kesennuma paska gempa Timur Jepang, beliau memaksakan diri untuk tetap pergi meliput acara tersebut meskipun dalam kondisi sakit, dan yang terakhir ketika saya menjenguknya di rumah sakit di Tsukiji beliau merasa akan umurnya sudah tidak lama lagi."

Selain mendirikan surat kabar The Daily Jakarta Shimbun, Kusano juga mencetuskan ide "Asia ni seitsuushita kisha wo sodatteru" (memberikan pengetahuan tentang Asia bagi jurnalis), yang merupakan program bagi para jurnalis muda Jepang.

Kusano sebagai salah satu Senior editor, telah mengajarkan semangat pantang menyerah bagi generasi muda, serta menyebarkan informasi yang bermanfaat bagi hubungan Jepang dan Indonesia.

Rencananya upacara pemakaman akan diselenggarakan pada Sabtu (07/01) yang dipimpin oleh Koyo, cucu Kusano dari anak pertamanya di Jepang, serta rencananya juga akan digelar pertemuan di Jakarta bagi teman, dan kerabat yang ingin menyampaikan penghormatan bagi Almarhum Kusano. (Yumi)

Hak Cipta © 2013 HALO Jepang! HArian onLine indOnesia - Jepang. Dilindungi oleh Undang-undang