Jepang Gelar Pameran Produk Halal untuk Pertama Kalinya
Selasa, 08 Januari 2013 00:09
(FUKUOKA) Semakin banyaknya perusahaan Jepang yang berniat memperluas pasar ke Asia Tenggara — wilayah dengan mayoritas penduduk Muslim—menjadi salah satu alasan utama Japan Halal Business Promotion Council untuk menggelar Japan Halal Forum & Expo untuk pertama kalinya di Fukuoka pada 25 Februari.
Acara di Gedung Acros Fukuoka mulai pukul 10.00 hingga 17.00 ini digelar bekerjasama dengan Nippon Asia Halal Association (NAHA), badan yang berwenang mengeluarkan sertifikat halal di Jepang.
Rencananya, sekitar 30 perusahaan, mulai dari produsen makanan dan minuman, peternakan dan pertanian, kosmetik, hingga agen perjalanan, yang telah memperoleh sertifikat halal dan ingin memperluas jaringannya, akan ikut serta dalam pameran ini.
Dalam kesempatan yang sama, akan diselenggarakan juga seminar bagi perusahaan yang ingin memperoleh informasi tentang prosedur untuk mendapatkan sertifikat halal atau berdiskusi dengan sejumlah perwakilan perusahaan yang telah menerapkan sistem halal dalam produksinya.
Informasi lebih lanjut tentang pameran dan seminar dapat diakses di situs web http://japanhalalexpo.jimdo.com/
Strategi ekonomi
Tren perkembangan produk halal di Jepang tidak terlepas dari strategi ekonomi negara tersebut, yang berfokus pada Asia, khususnya Asia Tenggara, sebagai dampak resesi ekonomi di Jepang dan menguatnya yen terhadap dolar beberapa tahun terakhir.
Kawasan Asia dengan jumlah penduduk Muslim hampir 2 miliar jiwa mengalami pertumbuhan ekonomi tinggi dan menjadi pasar menggiurkan bagi sejumlah negara maju, termasuk Jepang, untuk mulai meluncurkan produk bersertifikat halal.
Produk halal di Jepang sendiri mulai terlihat geliatnya pada 2011, meski waktu itu belum ada badan resmi yang mengeluarkan sertifikat halal. Sejumah produk, dengan demikian, hanya mencantumkan catatan di label tentang tidak adanya kandungan alkohol atau daging babi di dalamnya.
NAHA diresmikan Agustus 2012 dan setelah itu mulai banyak produk Jepang, seperti mie ramen instan, kare instan, sabun, pasta gigi, dan peralatan kesehatan, yang dilengkapi logo halal. Produk-produk itu rencananya akan diekspor ke sejumlah negara termasuk Indonesia.
Tidak hanya terbatas pada produk makanan dan minuman, sejumlah agen perjalanan Jepang juga mulai mempromosikan “Halal Tour”, dengan menyediakan penginapan dan restoran halal bagi wisatawan serta mencantumkan waktu untuk sholat dalam programnya.
“Bisnis ini diprediksi akan berkembang dengan cepat di Jepang dalam beberapa tahun ke depan, khususnya bagi perusahaan yang ingin mempromosikan produknya di Asia,” ujar Masaoka Hiro, Peneliti Islam dari Universitas Kyoto dalam kesempatan wawancara belum lama ini.
Indonesia, sangat mungkin akan menjadi negara di mana produk halal asal Jepang juga akan banyak ditemui, Masaoka menambahkan.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
>> Pencarian
>> Sosial & Pendidikan
| Astra Honda Sumbangkan Motor Untuk SMK di Sumut 10/01/2013 |
| artikel lainnya |
>> Memo Bisnis
| Sedan Mewah Lexus LS Hadir dengan Wajah Baru 10/01/2013 |
| artikel lainnya |
>> Gaya Hidup & Hiburan
| Joy Food Japan di Grand Indonesia 10/01/2013 |
| artikel lainnya |
