Investasi Jepang di Indonesia Tahun 2012 Peringkat 2
Senin, 28 Januari 2013 11:02
Jumlah realisasi investasi Perusahaan asal Jepang di Indonesia pada tahun 2012 menduduki peringkat kedua, di bawah Singapura, dengan nilai USD 2,5 miliar atau 10 persen dari keseluruhan investasi asing yang sebesar USD 24.6 miliar, setara dengan Rp 221.0 triliun.
Di tahun 2012, realisasi investasi perusahaan Jepang di Indonesia ditujukan untuk perluasan bisnis perusahaan yang sudah beroperasi di Indonesia, khususnya guna memenuhi naiknya jumlah permintaan, dan juga perusahaan manufaktur skala menengah, untuk memasok komponen pabrikan besar, yang telah lebih dulu beroperasi di Indonesia.
Mengenai lokasi investasi baru, untuk perusahaan Jepang yang menjadi pemasok, sebagian besar tidak terlalu jauh jaraknya dari lokasi pabrikan besar, yakni berada di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, Bekasi, dan sekitarnya.
Namun sumber di kalangan pengusaha Jepang mengungkapkan, tren dua sampai tiga tahun kedepan menunjukkan banyak perusahaan skala kecil dan menengah asal Jepang berencana membuka anak perusahaan di Propinsi Jawa Timur, mengingat harga lahan dan upah buruh yang lebih murah dibanding, Jawa Barat dan Banten, serta fasilitas infrastruktur lebih memadai, seperti mudahnya akses ke pelabuhan.
Sementara untuk keseluruhan realisasi investasi periode Januari-Desember 2012, dalam dokumen yang dirilis Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Selasa (22/01), disebutkan melonjak tajam, karena merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah investasi di Indonesia.
Pada tahun 2001, jumlah keseluruhan realisasi investasi sebesar Rp 251.3 triliun, dengan perincian Penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 76.0 triliun, dan Penanaman modal asing (PMA) Rp 175.3 triliun. Sedangkan di tahun 2012 jumlahnya senilai Rp 313.2 triliun dengan komposisi PMDN Rp 92.2 triliun, dan PMA Rp 221.0 triliun.
"Jumlah ini merupakan nilai terbesar di sepanjang sejarah investasi di Indonesia, dan melampui target nilai investasi 2012, yang sebesar Rp 283.5 triliun. Jumlah ini juga menunjukkan peningkatan sebesar 24,6 persen dibanding tahun 2011, dengan nilai investasi Rp 251.3 triliun," ujar M Chatib Basri, Kepala BKPM Selasa (22/01).
Selama tahun 2012, realisasi PMA tersebar di lima sektor usaha yakni pertambangan USD 4.3 miliar, transportasi-telekomunikasi-gudang USD 2.8 miliar, industri kimia dasar-barang kimia dan farmasi USD 2.8 miliar, dan industri alat angkutan dan transportasi lainnya USD 1.8 miliar.
Untuk lokasi investasi PMA, Jawa Barat di peringkat pertama dengan nilai USD 4.2 miliar, DKi Jakarta USD 4.1 miliar, Banten USD 2.7 miliar, Jawa Timur USD 2.3 miliar, dan Kalimantan Timur USD 2.0 miliar.
Sedangkan berdasarkan asal negara, realisasi PMA dari Singapura menduduki posisi pertama sebesar USD 4.9 miliar, Jepang USD 2.5 miliar, Korea Selatan USD 1.9 miliar, Amerika Serikat USD 1.2 miliar dan Mauritius USD 1.1 miliar.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
>> Pencarian
Tabloid
>> Memo Bisnis
| Komatsu Luncurkan Forklift Seri Baru 01/03/2013 |
| artikel lainnya |
>> Sosial & Pendidikan
| Mazda Salurkan Bantuan Rp 32 Juta Melalui PMI 28/02/2013 |
| artikel lainnya |
>> Gaya Hidup & Hiburan
Karir
| Kaizen & Lean Senior Manager ~ Asian Agri 27/02/2013 |
| lowongan lainnya |
