12,000 Orang Padati Festival Indonesia di Tokyo Midtown Roppongi


(TOKYO-Jepang) Sekitar 12,000 orang, yang terdiri dari warga Indonesia dan Jepang, Sabtu (08/09) dan Minggu (09/09), memadati acara Festival Indonesia, yang diselenggarakan KBRI Tokyo di Tokyo Midtown, Kawasan Roppongi.


“Kami senang selama dua hari ini acara berjalan dengan lancar, dan dipadati pengunjung lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya,” ujar Sekretaris III Fungsi Penerangan Sosial-Budaya KBRI Tokyo Jane Runkat, yang dihubungi Halo Jepang! seusai acara. “Selama dua hari ini, jika ditotal sekitar 12,000 orang datang ke Tokyo Midtown.”


Kegiatan Festival Indonesia bertajuk “Colorful Indonesia” ini, merupakan bagian dari upaya promosi dan peningkatan pemahaman akan potensi Indonesia di Jepang. Acara terbagi menjadi rangkaian pementasan seni budaya, pameran perusahaan dan organisasi pecinta Indonesia, serta area kuliner yang diikuti oleh restoran-restoran Indonesia yang berada Tokyo dan sekitarnya.


Festival Indonesia diawali dengan pawai mini yang menampilkan penari dan pemain musik tradisional dari grup Cantika dan Mahagenta, yang diberangkatkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Komunikasi dan Informasi. Kemudian dilanjutkan dengan pementasan berbagai pertunjukan kesenian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain tarian Jawa, Bali, Kalimantan, Sunda, Batak bahkan tarian Yospan dari Papua.


Acara ini juga diramaikan oleh berbagai grup seni tradisional Indonesia yang berada di Jepang, seperti grup tari Bali Wyarhita, Basundhari, Jukung Music grup kesenian Jawa Dewandaru, grup seni Batak Permata Sakura dan grup angklung Plumeria.


Dalam pembukaannya, Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Muhammad Lutfi mengajak seluruh pengunjung untuk menikmati keindahan serta kekayaan budaya dan tradisi Indonesia. “Indonesia, walaupun saat ini menjadi salah satu negara yang memiliki potensi menjadi penggerak ekonomi dunia, namun tetap mampu mempertahankan budaya dan tradisinya,” ungkap Dubes Lutfi.


Jane juga menambahkan, “Salah satu tujuan Festival Indonesia kali ini memang mengajak warga Jepang untuk mengenal Indonesia lebih dekat. Jika melihat animo warga Jepang dari Festival Indonesia di tahun-tahun sebelumnya, kebudayaan tradisional seperti tarian daerah menjadi penampilan yang paling disukai. Oleh karena itu, pada tahun ini, kami banyak menampilkan kebudayaan tradisional.”


Menurut Jane, salah satu penampilan yang mendapatkan banyak perhatian dari pengunjung ialah pertunjukan Tari Jaipong oleh Rianto dari Grup Dewandaru, karena menampilkan gerakan yang lucu, sehingga mengundang tawa tidak hanya dari warga Indonesia, tapi juga warga Jepang yang bahkan baru pertama kali melihat tarian ini.


Tidak hanya menampilkan pertunjukan tradisional, Festival Indonesia juga menampilkan Soul ID dan Kotak, yang berhasil menghentakkan panggung Tokyo Midtown, dan mendatangkan banyak penonton.


Soul ID, yang terdiri dari Drusteelo (Rapper), Tabib Qiu (Rapper), dan Miss Jaydee (Vokalis), tampil memukau dengan membawakan beberapa lagu, antara lain “Ingin Dicinta”, “Yakini” yang juga berkolaborasi dengan penyanyi wanita Jepang Jade, dan “Ini Rindu”, lagu Farid Hardja yang diaransemen ulang dengan gaya Hip Hop.


Sedangkan Kotak dengan personil Tantri (vokalis), Chua (bassis), dan Cella (gitaris), selain membawakan 8 lagu andalannya, termasuk “Tendangan dari Langit”, “Pelan-Pelan Saja”, dan “Beraksi”, yang pada hari kedua berkolaborasi dengan pemain taiko terkenal dari grup Gocoo, juga menyanyikan lagu “Bengawan Solo”, serta “Indonesia Pusaka” bersama dengan Dubes Lutfi dan para pengunjung pada saat acara penutupan.


Festival Indonesia 2012 terlaksana berkat kerjasama KBRI Tokyo dengan beberapa pendukung, antara lain Berau Coal, Adaro Energy, Recapital, BNI 46, Garuda Indonesia, Sumitomo, Tokyu Land, APP Japan, PT Antam, Pasona Grup, dan Bank Indonesia. (Nova/KBRI Tokyo)