Keidanren Usulkan Kenaikan Gaji Bersyarat


Keidanren atau Japan Business Federation menyatakan akan berkontribusi pada pemulihan ekonomi domestik melalui peningkatan gaji jika pemerintah mengakhiri tambahan khusus pajak korporasi yang diterapkan guna mendanai program rekonstruksi di daerah yang dilanda bencana gempa dan tsunami 2011.


Pernyataan Keidanren itu disampaikan setelah sebelumnya Perdana Menteri Abe Shinzo menghimbau agar para tokoh bisnis meningkatkan gaji pegawai, yang menurutnya akan menciptakan lingkaran kebajikan, karena tumbuhnya laba korporasi akan mendorong naiknya gaji dan penambahan konsumsi akan membantu mengakhiri deflasi yang berlangsung hampir dua dekade.


"Jika pajak korporasi khusus untuk rekonstruksi bisa diakhiri lebih cepat dari rencana, maka laba perusahaan perlu didistribusikan kepada para pegawai dengan layak," ungkap Keidanren dalam pernyataannya yang disampaikan Jumat (22/11) pekan silam dalam rapat yang dihadiri perwakilan pemerintah, tokoh bisnis, dan organisasi pekerja. "Keidanren akan berkontribusi agar lingkaran kebajikan ekonomi bisa tercapai secepatnya melalui kenaikan gaji."


Amari Akira, Menteri Kebijakan Ekonomi dan Fiskal, usai menghadiri rapat itu menyatakan menyambut baik niat Keidanren dan menilai jalur menuju lingkaran kebajikan sudah semakin jelas.


Namun Amari tidak memberikan komentar mengenai langkah lanjutan yang akan diambil Kabinet Abe mengenai tambahan khusus pajak korporasi. Jika pemerintah memberikan lampu hijau terhadap usulan Keidanren, kemungkinan hal itu akan dimasukkan dalam paket stimulus ekonomi yang ditujukan untuk memberikan bantalan terhadap potensi dampak negatif kenaikan pajak penjualan dari 5 menjadi 8 persen mulai April tahun depan.


Sampai bulan Januari 2013, pajak korporasi, yang terdiri dari pajak pusat dan daerah, totalnya sebesar 35,64 persen, tidak termasuk penambahan khusus, yang masih lebih tinggi dibanding Jerman sebesar 30 persen, Cina 25 persen, dan Singapura 17 persen.


Banner