VX-1, Ertiga Rasa Mazda

(JAKARTA) Tingginya penjualan mobil Multi Purpose Vehicle (MPV) membuat PT Mazda Motor Indonesia memutuskan turut meluncurkan model baru di segmen ini. Bekerjasama dengan PT Suzuki Indomobil Sales mengemas ulang Suzuki Ertiga menjadi Mazda VX-1.

“Pasar di kelas MPV besar namun kami tidak memiliki model di segmen ini, sehingga Mazda mencari rekan kerjasama. Kami memilih Suzuki karena di Jepang juga sudah punya hubungan yang erat,” ungkap Okue Keizo, Presdir PT Mazda Motor Indonesia.


Tahun 2012 silam penjualan Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) mencapai 332.971 atau menguasai sekitar 30% dari total pasar mobil indonesia sebesar 1,1 juta unit. Posisi pertama dikuasai Toyota Avanza dengan pangsa pasar 58%, diikuti Daihatsu Xenia sekitar 22%. Ertiga yang muncul belakangan menguasai sekitar 10% pasar.


Mengenai kerjasama ini, Okue menambahkan, “Mazda telah memulai diskusi dan riset bersama Suzuki sejak 2010. Peluncuran VX-1 adalah solusi untuk masuk segmen MPV dan ekspansi volume penjualan.” Mazda belum memasang target terlalu tinggi untuk tahun ini, yakni sebesar 3.600 unit.


Nama VX-1 sendiri diambil dari kata ‘Versatility’ yang bermakna fleksibilitas , huruf X melambangkan nama umum mobil mazda yang sering dipakai, misalnya CX-5. Produksi VX-1 ini akan dilakukan di pabrik Suzuki, Tambun Bekasi.


Meskipun menggunakan basis Ertiga, Mazda VX-1 memiliki tampilan sedikit berbeda. Pada sisi eksterior tampilan yang paling gampang dikenali yakni, gril depan krom, menggunakan bezel fog lamp dan under spoiler. Sedangkan bagian interior, joknya menggunakan bahan kulit dan aksen kayu pada panel-panelnya.


Mazda menawarkan dua varian yang dilengkapi transmisi manual 5 percepatan, yakni VX-1 V-Grade seharga Rp178,8 juta dan R-Grade seharga Rp191 juta. Mazda memang menargetkan konsumen MPV premium.


Sementara itu dari sisi konsumen, Ferry Y. Aristanto, Ketua Ertiga Club Indonesia (ERCI) menyatakan. “Kami belum bisa berkomentar banyak karena belum mencoba secara langsung. Menurut saya, kalau sekedar jok kulit dan aksesori, pengguna Ertiga juga bisa memasang sendiri.”


Ferry menambahkan, “Kemungkinan pengguna masih akan mempertimbangkan memilih Suzuki karena brand lebih kuat dan jaringan after sales service luas.”