Toyota Bangun Pabrik Baru untuk Produksi Mesin

(Jakarta) PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), berencana membangun pabrik baru untuk memproduksi mesin mobil di Karawang, Jawa Barat.

Pabrik akan dibangun di lahan seluas 150 hektar yang lokasinya berdekatan dengan dua pabrik baru Toyota yang dibeli TMMIN pada November silam, dan rencananya akan mulai beroperasi pada 2016 mendatang, dengan kapasitas produksi mencapai 216.000 unit per tahun.


Rencananya, pabrik baru dengan biaya investasi sebesar 23 miliar yen atau Rp 2,3 triliun serta menyerap tenaga kerja hingga 400 orang ini, tidak akan memproduksi mesin IMV (International Innovative Multi-Purpose Vehicle) untuk Kijang Innova atau Fortuner, yang telah diproduksi di pabrik Sunter, Jakarta Utara.


Selain memproduksi untuk kebutuhan lokal, rencananya 50% dari hasil produksi mesin dari pabrik baru akan diekspor juga ke pasar global.


Pembangunan pabrik mesin baru TMMIN ini menjadi bukti bahwa Indonesia telah menjadi basis produksi kedua di dunia setelah Thailand.


Hingga kini, Toyota telah memiliki 4 pabrik di Indonesia, pabrik pertama dibangun pada 1998 di Karawang yang memproduksi Innova dan Fortuner. Sementara pabrik baru yang juga terdapat di Karawang, memproduksi Etios Valco.


Toyota juga memiliki dua pabrik lainnya di Sunter, yakni untuk memproduksi mesin dan pencetakan baja. Pabrik mesin di Sunter sampai saat ini sudah memproduksi 195.000 unit mesin IMV untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri serta diekspor juga ke ASEAN, Amerika Selatan, serta beberapa negara Afrika.


Tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi mobil dan mesin, TMIIN tetap berupaya menjaga lingkungan sekitar agar terhindar dari polusi, terbukti dari penghargaan yang diterima untuk keenamkalinya pada pertengahan Juli silam.


Penghargaan ini diberikan karena TMMIN telah berkomitmen dalam pelestarian lingkungan di antaranya pengendalian pencemaran air, udara dan pengelolaan limbah berbahaya dan beracun, implementasi biopori, konservasi pemakaian sumber daya alam meliputi daur ulang pemakaian air, penghijauan serta aktivitas Corporate Social Responsibility (CSR).