Buka Showroom, American Standard Fokus Tingkatkan Penjualan


(Jakarta) Besarnya potensi pasar di Indonesia mendorong PT American Standard Indonesia, produsen perlengkapan kamar mandi yang merupakan anak perusahaan Lixil Corporation yang berkantor pusat di Tokyo, membuka ruang pamer (showroom) pertamanya di Jakarta dengan target meningkatkan penjualan di segmen ritel dan proyek.


“Indonesia merupakan negara dengan potensi pasar paling besar di Asia Tenggara, dan pembukaan showroom ini diharapkan dapat membantu peningkatan penjualan menjadi 15-20 persen di banding tahun lalu,” ujar Arfindi Batubara, Direktur Pemasaran PT American Standard Indonesia disela-sela acara peresmian Showroom Selasa (06/05).


Lebih lanjut Arfindi menjelaskan, Showroom American Standard yang berlokasi di Jl Wolter Monginsidi 56, Jakarta Selatan, luasnya 800 meter persegi, terdiri dari empat tingkat, dan disetiap lantainya menampilkan berbagai produk American Standard yang dapat diaplikasikan baik di bangunan perumahan maupun komersial, seperti lantai kayu, lantai keramik, alumunium sash, perlengkapan saniter, keran dan juga bathtub.


“ Ruang pamer American Standard pertama di Indonesia ini kedepannya juga akan menjadi lokasi untuk memperkenalkan berbagai kategori dan produk baru, serta memberikan kesempatan bagi para konsumen dan konsultan proyek untuk mencoba mengaplikasikan berbagai produk yang ada di proyek perumahan, dan komersial yang sedang digarap atau dalam perancanaan,” ujar Arfindi.


Ketika ditanya kenapa baru membuka showroom pertama di tahun ini, padahal produk American Standard telah masuk di Indonesia sejak tahun 1983, Arfindi menyatakan, hal itu dilandasi alasan bahwa pertumbuhan perusahaan, dan juga ekonomi Indonesia sudah cukup stabil.


Sementara mengenai target pasar yang hendak dicapai American Standard, Arfindi menjawab perusahaannya memfokuskan pada segmen kelas menengah dan atas, namun juga tidak menutup kemungkinan untuk masuk di segmen ekonomi, karena kisaran harga produknya mulai dari Rp 250 ribu sampai Rp 200 juta.


Sedangkan untuk kontribusi penjualan berdasarkan pulau di Indonesia di tahun 2013, Jawa masih yang terbesar dengan jumlah lebih dari 50 persen, diikuti Sumatera dan Bali masing-masing 15 persen, serta Sulawesi dan Kalimantan sebesar 20 persen.


“Sejak lama American Standard berfokus di produk sanitary ware, tapi mulai tahun ini akan berekspansi ke kategori lain karena pasar Indonesia sangat besar, dan pangsa pasar kami masih sangat kecil, jadi masih ada potensi untuk tumbuh,” ungkap Arfindi.


Sementara mengenai pandangan kantor pusat Lixil terhadap pasar Indonesia, Nakaya Koichi, NPD Manager Lixil Corporation menjelaskan, Indonesia di nilai sebagai pasar yang potensial di Asia Tenggara, dan saat ini kontribusinya sekitar 20 persen untuk kawasan ASEAN, dan pasar Jepang masih yang terbesar dengan kontribusi 80 persen.


“Saat ini, pangsa pasar produk American Standard di Indonesia sekitar 20 persen, masih sangat jauh dibanding pesaing yang sudah mencapai 70 persen. Maka dari itu, perusahaan berupaya meningkatkannya dengan membuka showroom untuk mempromosikan langsung ke konsumen, dan meningkatkan penjualan,” ujar Nakaya.


Selain itu, Nakaya menambahkan untuk membedakan produk American Standard dari para pesaing, PT American Standard Indonesia akan mengembangkan produk berdasarkan ceruk pasar, yang tetap berfokus pada pasar kelas menengah dan atas.