Kubu Oposisi Tingkatkan Upaya Untuk Bubarkan Majelis Rendah
Jumat, 05 Oktober 2012 00:01
(TOKYO-Jepang) Kubu Oposisi meningkatkan upaya untuk menekan Perdana Menteri Noda Yoshihiko agar segera membubarkan Majelis Rendah secepatnya, dan menyiapkan pertemuan untuk mengkoordinasikan serangan terhadap kabinet yang baru berusia satu tahun.
Abe Shinzo, Ketua Umum Partai Liberal Demokrat (Jimin To/LDP) dan Yamaguchi Natsuo, Ketua Umum Komei To, menyatakan akan bertemu Jumat pagi untuk membahas upaya menekan PM Noda agar segera membubarkan Majelis Rendah secepatnya.
Seusai pertemuan Abe dan Yamaguchi, salah seorang pengurus pusat Nippon Ishin no Kai menyatakan Hashimoto Toru, Ketua Umum Nippon kemungkinan akan ikut hadir dalam pertemuan para pemimpin oposisi, yang diusulkan LDP.
Matsuno Yorihisa, yang mengetuai anggota Parlemen asal partai Nippon Ishin no Kai menjelaskan kepada media, "Jika menungkinan, Hashimoto akan bergabung dalam rapat itu. Tapi kalau berhalangan, saya yang akan hadir."
Partai Hashimoto, yang diterjemahkan sebagai Partai Pembaharuan Jepang, menargetkan bisa mendapat kursi mayoritas di Majelis Rendah dalam pemilihan mendatang.
Hashimoto (43 tahun), yang sebelumnya pembawa acara talk show, berupaya mentransformasi politik Jepang melalui basis kedaerahan, dengan kantor pusat partai di Osaka.
Jika tidak ada partai yang mendapat kursi mayoritas dalam pemilihan Majelis Rendah mendatang, maka partai baru Hashimoto dapat menjadi pemain kunci utama dalam pembentukan koalisi yang memerintah.
Ketua Umum LDP merencanakan pertemuan pimpinan kubu oposisi menjelang pembicaraan trilateral antara Noda, Abe dan Yamaguchi, yang kemungkinan dilaksanakan awal pekan depan.
Abe dan Yamaguchi telah sepakat untuk meminta Noda membubarkan Majelis Rendah akhir tahun ini. Dan jika Noda gagal memberikan kepastian waktu pembubaran, kubu oposisi akan memboikot pembahasan rancangan undang-undang dalam sesi sidang luar biasa, yang kemungkinan dibuka pada musim gugur, dan akan mengupayakan agar rancangan undang-undang kunci tidak disahkan.
Salah satu RUU yang akan dibahas yakni untuk memperbolehkan pemerintah membiayai anggaran tahun fiskal ini dengan menerbitkan obligasi.
Kementerian Keuangan telah memperingatkan, Jepang akan kehabisan dana untuk layanan administrasi pada akhir bulan November kecuali RUU itu disahkan.
"Pemerintah PM Noda harus mempertimbangkan langkah yang akan dilakukannya," ujar Abe dalam konferensi pers hari Kamis, sambil menambahkan dirinya belum menerima undangan dari PM Noda mengenai rencana diskusi trilateral.
"Banyak orang yang berharap Majelis Rendah segera dibubarkan," ungkap Abe, mengisyaratkan dirinya akan mendesak Noda segera melaksanakan pemilihan Majelis Rendah.
Dukungan oposisi sangat dibutuhkan pemerintah guna meloloskan rancangan undang-undang di parlemen yang terbelah, Majelis Tinggi di dominasi kubu oposisi, dan Majelis Rendah didominasi koalisi yang memerintah. (KN/Arry)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|