5 Peserta Program JENESYS Bertemu Dubes Shiojiri di Jakarta

(Jakarta-Indonesia) Lima pelajar SMA yang pernah mengikuti program Japan East Asia Network of Exchange for Student and Youths (JENESYS), Kamis (17/02) bertemu dengan Shiojiri Koujiro , Duta Besar Jepang untuk Indonesia, di Jakarta Pusat.

Kunjungan yang juga dihadiri Senior Adviser AFS (American Field Service) Intercultural Programs Satou Bin, dilakukan guna menginformasikan program JENESYS yang mengirimkan sekitar 9 ribu siswa SMA, yang telah diseleksi untuk pertukaran pelajar ke Jepang.

AFS dan Yayasan Bina Antarbudaya memberikan dua pilihan program, yaitu jangka panjang yang berlangsung selama setahun, dan jangka pendek selama 2 pekan.

JENESYS merupakan program persahabatan Jepang dengan negara di kawasan Asia Timur, dan bertujuan menciptakan serta memperdalam rasa saling pengetian antara generasi muda, yang berperan penting di masa mendatang.

Satou menyatakan, "Melalui program ini, para pelajar dapat merasakan secara langsung budaya negara lain."

Program jangka pendek yang berlangsung selama 2 pekan akan diisi dengan kegiatan homestay di rumah salah seorang warga Jepang, serta mengunjungi beberapa wilayah d Jepang seperti Hiroshima, Kobe, dan Kyoto untuk melihat dan merasakan secara langsung budaya masyarakat Jepang. Sementara untuk program selama 1 tahun, peserta akan belajar di SMA Jepang.

Dubes Shiojiri menyatakan, "Untuk mencapai tujuan harus berani melakukan aksi. Saya ingin mereka menjadi orang yang hebat dan dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat di masa mendatang."

Program JENESYS dimulai pada bulan Januari 2007, setelah mantan Perdana Menteri Jepang Shinzou Abe menghadiri East Asian Summit kedua di Filipina. Setiap tahun program pertukaran pelajar ke Jepang mengundang sekitar 6 ribu kaum muda dari negara Asia Timur hingga tahun 2012.

Sementara pada Maret tahun 2010, program JENESYS yang dibiayai dana sebesar 35 miliar yen, sebelumnya telah mengirimkan sekitar 5,700 pelajar ke berbagai negara. (II/JS)