47 Warga Indonesia Lulus Ujian Nasional Pengasuh Lanjut Usia

(Tokyo) Sebanyak 47 orang calon pengasuh lanjut usia dari Indonesia telah lulus ujian nasional keperawatan tahunan, ungkap Kementerian Kesejahteraan Kamis (26/03).


Pemerintahan Perdana Menteri Abe Shinzo berupaya memasukkan lebih banyak tenaga kerja asing di industri perawatan kesehatan, yang mengalami kekurangan akibat menyusutnya tingkat kelahiran dan semakin bertambahnya jumlah warga usia lanjut.


Kandidat yang berhasil lulus ujian, terdiri dari 47 warga Indonesia dan 31 warga Filipina, merupakan 44.8 persen dari 174 peserta ujian tahun ini, yang telah memenuhi persyaratan telah bekerja di fasilitas panti jompo paling sedikit selama lima tahun.


Menurut Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan, pada tahun fiskal 2014, tingkat kelulusan mencapai rekor tertinggi atau diatas 36.3 persen dibanding tahun lalu. Sementara jika termasuk dengan warga Jepang, tingkat kelulusannya menjadi 61.0 persen.


Pemerintahan PM Abe telah mengambil berbagai langkah untuk menaikkan tingkat kelulusan peserta ujian warga asing, dengan memperbolehkan tinggal lebih lama di Jepang untuk belajar, serta menawarkan pelatihan bahasa Jepang dan memperpanjang waktu ujian.


Sebanyak 1.500 kandidat pengasuh lanjut usia dari Indonesia, Filipina dan Vietnam setiap tahun mengikuti ujian nasional.


Sedangkan untuk ujian nasional keperawatan, tingkat kelulusan dari Indonesia, Filipina dan Vietnam justru turun menjadi 7.3 persen pada tahun fiskal 2014, dari 10.6 persen di tahun fiskal 2013, padahal tingkat kelulusan untuk semua peserta ujian mencapai 90 persen.


Dari total 357 peserta ujian dari tiga negara, hanya 26 orang, 11 dari Indonesia, 14 dari Filipina dan satu dari Vietnam, yang berhasil lulus.


“Kami akan menganalisa penurunan ini dan mengkaji ulang pelaksanaan pelatihan di masa depan,” ungkap Pejabat Kementerian Kesehatan.